Proyek Robotaxi Waymo Google Targetkan Valuasi Rp1,6 Kuadriliun

CelahkotaNEWS453 Views

CelahkotaNEWS.com – Waymo, proyek pengembangan mobil swakemudi (otomatis) milik Alphabet Inc., sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana lebih dari US$15 miliar (sekitar Rp250,3 triliun) dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh perusahaan induknya. Dalam pembicaraan tersebut, valuasi Waymo diperkirakan akan mendekati US$100 miliar (sekitar Rp1.669 triliun).

Menurut beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya karena pembicaraan ini bersifat rahasia, perusahaan robotaxi ini sedang bernegosiasi untuk mendapatkan dana ekuitas dari investor eksternal maupun dari Alphabet. Beberapa pihak juga menyebutkan bahwa valuasi yang sedang dipertimbangkan bisa mencapai US$110 miliar, meskipun angka final untuk penggalangan dana dan valuasi tersebut masih belum ditentukan.

Sebelumnya, pada Oktober 2024, Waymo tercatat memiliki valuasi lebih dari US$45 miliar, dengan pendanaan yang juga dipimpin oleh Alphabet, yang merupakan pemilik Google. Lonjakan valuasi yang signifikan ini mencerminkan kemajuan Waymo sebagai pemimpin dalam teknologi mobil otonom. Perusahaan ini terus menggelontorkan dana besar untuk memperluas armadanya dan memasuki pasar baru di berbagai kota.

Waymo sendiri belum memberikan komentar terkait pembicaraan ini. Namun, perkembangan valuasi ini menegaskan posisi Waymo sebagai pemimpin dalam kompetisi teknologi swakemudi, bersaing ketat dengan Tesla Inc. dan perusahaan lainnya untuk merevolusi layanan ride-hailing dengan mobil tanpa pengemudi.

Waymo Memimpin Layanan Robotaxi Tanpa Pengemudi Keselamatan

Waymo kini menjadi satu-satunya operator besar yang menjalankan layanan robotaxi tanpa adanya pengemudi keselamatan di dalam kendaraan di beberapa kota. Pesaing-pesaing lainnya, seperti Tesla, masih mengandalkan pemantau manusia untuk mengawasi kendaraan selama pengujian atau uji coba komersial awal. Sementara itu, Zoox, anak perusahaan Amazon, telah merancang robotaxi tanpa kontrol pengemudi sama sekali, meskipun layanan ini hanya terbatas di beberapa area seperti Las Vegas dan San Francisco, tanpa biaya.

Waymo sebagai “Pertaruhan Baru” Alphabet

Waymo merupakan salah satu proyek besar yang dikelola oleh divisi “Moonshot” Alphabet, yang dikenal sebagai unit yang menangani inisiatif-inisiatif berisiko tinggi. Di bawah kepemimpinan Presiden Ruth Porat, Alphabet menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi operasional, dan salah satu caranya adalah dengan memungkinkan Waymo untuk menerima modal eksternal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari biaya besar yang diperlukan untuk mengembangkan teknologi mobil otonom.

Dengan mendapatkan pendanaan eksternal, Waymo dapat lebih leluasa berinvestasi dalam teknologi dan ekspansi geografis, sekaligus melindungi diri dari volatilitas pasar yang bisa menghambat perkembangan proyek-proyek otonom jangka panjang.