oleh

Dua Pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai Jadi Tersangka, Negara Alami kerugian Rp 2,1 miliar

SOEBRANTAS
Negara Alami kerugian Rp 2,1 miliar

CELAHKOTANEWS.COM, DUMAI – Dua Pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai dan dua konsultan dijadikan TERSANGKA oleh Polres Dumai dalam kasus DUGAAN Korupsi proyek pelebaran jalan HR Soebrantas, Selasa (3/2).

“ Pada perkara ini kami tetapkan Empat tersangka Merupakan Pejabat Dinas Pekerjaan Umum Dumai. Lalu dua tersangka lagi merupkan konsultan perusahaan swasta pengerjaan Proyek tersebut, ”terang Kasat reskrim Polres Dumai , AKP Bimo Arianto, selasa (3/2 Sore).

Kedua Pejabat yang dimaksud yakni WR dan EA terjerat perkara ini yang telah bergulir semanjak tahun 2013. WR berperan sebagi pejabat pembuat Komitmen pada Pekerjaan Proyek Pelebaran jalan HR.Sobrantas,sedangkan EA dijerat atas Perannya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK).
Semetra,Untuk dua tersangka konsultan swasta , yakni N (Konsultan Perencana PT.Mutiara Rupat Consuntan) dan MS (Kontraktor Pelaksana PT.Dumai Sakti Mandiri).

Dijelaskan Bimo, nama para tersangka sebenarnya sudah dikantongi oleh pihak kepolisian satu bulan yang belakangan.Akibat perkara ini Kerugian Negara mencapai Rp 2,1 M dari nilai Total proyek yang mencapai Rp 2,9 Milyar.

Berdasarkan hasil audit BPKP Riau, terdapat kebocoran atau kerugian Negara di semua lini, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pencairan atau pelelangan. Maklum proyek pelebaran jalan dilakukan dalam satu paket.

Ternyata anggaran proyek pelebaran jalan HR.Soebrantas, ternyata tidak hanya dialokasikan untuk pelebaran jalan saja tapi juga untuk mebuat taman dan trotoar, lengkap dengan peralatan penunjang di sekitarnya.

Penyidik Unit Tepikor Satreskrim Polres Dumai sempat mengahdirkan sejumlah saksi terkait dugaan KORUPSI tersebut.Pada Ooktober 2014 silam,mereka dikonfrontirt denagn Tim BPKP Riau. Hal itu masih rangkaian proses audit atas perkiraan kerugian Negara dalam dugaan korupsi Proyek tahun anggaran 2012 ini.

Saksi yang hadir dari kalangan Pemerintah, konsultan dan kontrator ikut dikonfrontir, guna mengetahui perkiraan kerugian Negara akibat dugaan korupsi ini.

Sebenarnya penangan kasus dugaan korupsi ini sudah dilakukan sejak 2013 yang lalu. Terbukti pengambialan sampel jalan HR. Soebrantas sudah dilakukan November 2013 silam. Pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai dan Kontraktor Proyek yakni PT.Dumai Sakti Mandiri sempat di Periksa. (One)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed