Jakarta – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan
Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Iwan Sumantri mengatakan pengelolaan
pelabuhan Marunda oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN) berdampak pada
pengurangan dwelling time dan
berkontribusi pada Poros Maritim.
Menurutnya, sejak pelabuhan Marunda dikelola PT KCN terjadi
pengurangan dwelling time yang cukup
signifikan. Hal itu, kata Iwan, karena banyak aktivitas bongkar muat yang
sebelumnya dilakukan di Tanjung Priok, kini dialihkan ke Marunda.
Dwelling time merupakan
waktu proses sejak bongkar muat barang di pelabuhan ke Tempat Penimbunan
Sementara hingga akhirnya keluar dari pelabuhan.
“Banyak aktivitas bongkar muat barang
curah yang sebelumnya dilakukan di Tanjung Priok, kini bisa dilayani di
Marunda, sehingga secara tidak langsung mengurangi waktu bongkar muat
kapal,” kata Iwan dalam keterangannya, Senin (13/5),dikutip dari halaman
cnnindonesia.com
Sementara itu, Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi mengungkapkan
konsep dasar Pelabuhan KCN memang dibuat untuk mendukung poros maritim, yaitu
menunjang pelabuhan utama Tanjung Priok yang diperuntukkan untuk aktivitas
bongkar muat kontainer.
Sejak keberadaan pelabuhan KCN, kapal-kapal pengangkut muatan
curah seperti batu bara, komoditas cair, hingga pasir beralih melempar jangkar
ke pelabuhan Marunda yang dikelola perseroan itu.
KCN sendiri merupakan perusahaan patungan antara PT Kawasan
Berikat Nusantara (Persero) dan PT Karya Teknik Utama sejak 2005 lalu.
Dia menuturkan salah satu kunci
keberhasilan perusahaan adalah pengalaman serta kemampuan dan kemampuan dalam
pelayanan. Widodo mengatakan usaha di sektor pelabuhan tidak mudah karena
banyak hal yang dipelajari.
Namun, kata dia, perseroan sendiri memiliki pengalaman lebih
dari 30 tahun sehingga percaya diri untuk mengelola pelabuhan tersebut.
“Dan, satu lagi. Kepercayaan klien adalah yang utama,
karena reputasi sangatlah penting dalam bisnis di sektor ini,” kata dia.
Perusahaan itu menyatakan pelabuhan KCN sudah menjadi proyek
percontohan skala nasional oleh Kementerian Perhubungan, sebagai proyek
percontohan untuk non APBN/APBD terintegrasi. Karena itulah pelabuhan KCN masuk
sebagai salah satu proyek strategis nasional. (asa/int)
Sumber cnnindonesia.com











3 comments