oleh

Walikota Dumai Dengarkan Keluh Kesah Warga Dumai Barat Dan selatan Terkait Air Bersih Dan Jalan

2016-10-13_12-37-27
Foto hanya ilustrasi

Celahkotanews.com || Dumai – Masyarakat Dumai Selatan dan Dumai Barat mempertanyakan akan perkembangan proyek air bersih di Kota Dumai,dalam Audiensi bersama Walikota Dumai pada Rabu 12/10.

Walikota Dumai,Zulkifli AS menyebut bahwa rencananya program  ini akan mulai pada tahun 2017  mendatang.kini tengah dipersiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Dumai,Rohil,dan Bengkalis.SPAM ini memeiliki Kapasitas Penyaluran air hingga 400 liter/detik.

Pipa air ini menyalurkan air dari sungai Rokan ke bukit timah hingga ke pelanggan di Kota Dumai.Rencana proyek ini akan di danai oleh tiga daerah dibantu APBD Provinsi dan APBN.”Tim percepatan pembangunan air bersih tengah berupaya,agar masalah air bersih segera diatasi,”ujar walikota Dumai di depan audiensi.

Walau demikian,proyek air bersih tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dumai secara menyeluruh sebab penyaluran air hanya bisa melayani 12.000 sambungan  rumah.apalagi penyambungan air SPAM Regional untuk dumai hanya 150 liter/detik.

Terkait dengan harga air bersih nantinya berkisar Rp 7000 hingga Rp 10.000 Per meter kubik.Rencana      harga ini akan di sosialisasikan,bila peoyek air bersih telah rampung.

“Kita optimis air bersih mulai 2017 mendatang apa lagi infrastruktur pipa kita sudah siap”Papar Walikota.

Sementara itu warga yang ikut audiensi selain mengeluhkan air bersih,warga juga mengeluhkan akses jalan,seperti jalan  raya purnama masyarakat harus berbagi jalan dengan truk tanky Crude Falm Oil (CPO). Padahal ada rencana pembangunan jalan simpang batang dan parit kitang.

Namun hingga kini jalan sepanjang 20km ini belum kunjung rampung.setakat ini jalann tersebut baru tuntas sepanjang 2km itu pun pada pangkal dan ujung jalan tersebut.

“Terkait kelanjutan kita sudah ajukan proposal ke kementerian  keuangan,”ujar plt Kadis Pu syamsudin pada audiensi tersebut.

Ditambahkanya,pihak dinas juga tengah berupaya  dalam mengatasi masalah banjir di Kota Dumai.satu upaya dengan membuat daerah aliran sungai dan normalisasi.namum dengan keuangan yang terbatas,hal ini belum bisa dilakukan.”Untuk normalisasi sungai dumai,kita butuh anggaran hingga Rp 300 milyar.maka kita upayakan lewat APBN.”Papar syamsudin.

Lebih lanjut,warga juga mengeluhkan kondisi jalan budi arif,jalan semenisasi diperbatasan Kelurahan purnama dan mekar sari sebab di bangun tanpa besi .pada hal kawasan tersebut adalah lahan gambut.

Maka warga mempertanyakan bestek pembangunan jalan tersebut,terkait hal ini syamsudin menyebut bahwa pengerjaan jalan dilakukan lewat APBD Provinsi Riau.saat ditanyai ke pihak kontraktor ternyata jalan dibangun  zudaj sesuai dengam bestek .

Audiensi yang berlansung selama dua jam tersebut  menjadi awal dari musrenbang  tingkat kecamatan di dumai.sebagai bentuk pemantapan rencana program pembangunan tahun 2017.(Ckn/TRP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed