oleh

Rasa Yang Tertinggal Digulitanya Senja

celahkotaNEWS.com  – Rasa yang datang saat kedua bola mata tertuju pada satu tujuan,rasa itu bisa sangat menyiksa hati bila tidak kunjung tersampaikan,rasa itu akan selalu ada dan dapat menjadi kelukaan dan kekecewaan.

Aku sampai di tanah kelahiran ku kota Dumai,seolah kaki ini mengigil,tubuh ini kaku pikiran menerawang kemana-kemana namun sepasang bola mata ini tak bisa menahan rasa hati yang begitu berkecamuk,menahan rasa pahit yang taramat pahit bila melihat kondisi kotaku yang sudah menganjak dewasa,namun penataan dan pemerataan pembangunan masih sangat jauh dari harapan masyarakat.

Kepada angin segenggam rasa pengharapan namun mampukah mendengar bisikan,atau adakah ia mampu merasakan saat angin senja telah terpejam,tidak peduli dengan keadaan dan pengharapan,mengurung rona jingga hingga menghitam.

Mampukah ia temukan setitik rasa digulitanya senja menjelang malam,masih adakah rasa kepemimpinan dalam dirinya,wahai rasa,apakah telinga mu tidak mendengar,matamu tidak melihat jeritan masyarakatmu tentang kondisi kota ini, terutama jalan akses masyarakat sebagai salah satu penghubung dari satu tempat ketempat yang lain,lihatlah kelurahan paling terjauh ketika musim hujan jalan mereka seperi bubur basi yang tak dapat dimakan,dikala panas seperti ampas yang berterbanagan menembuas rongga awan yang setiap saat dapat menyerang kelopak mata,apakah engakau tahu itu ‘rasa’ tidakah malam masih ada,ada engkau bisa tidur dan bisa memimpikanya untuk menjadikan kota ini sebagai kota yang mudah aksesnya.

Mungkin hati terasa lemah tanpa tanpa ada perasaan,kakimu terasa lelah menyusuri jejak langkah diperaimpangan yang menghabat lajunya cahaya membuat akasara rasa itu tidak terasa.

Semuanya tak lagi bisa dipahami.
dengan teka-teki yang tak terjawab,karena engaku terlalu bodoh untuk menjawabnya,dan sebenarnya jawabanya ada pada rasa dan perasaanmu,semuanya itu
masih melekat dalam hatimu,tapi mengapa engkau lupa.

Ingatlah semua rasa masih sama seperti dulu,belum ada yang berubah,lengkungan rindu masih menjadi pelangi tanpa warna,karena hanya kamu yang bisa mewarnai pelangi sehinga terlihat indah.

Seulas senyummu masih dicari untuk mengobat rasa yang masih terluka sehingga rebah mentari senja mengharapkan kehadiran mu walau hanya sekejap mata,untuk memgobati rasa yang kecewa yang tak kunjung sembuh sehinga rsa perih masih merintih.

Namun hanya janji -janji busuk yang membanyangi setiap kali ada kepentingan,tapi masyarakat yakin dan percaya bahwa banyangan janji pasti akan datang setiap lima tahun sekali seolah roh mereka datang untuk mengobati rasa pilu.

Mungkin masyarakat tak mampu menghapus rasa kecewa tentangmu,saat rindu telah menjadi nafsu haus kekuasaan,terus mengalir tanpa henti dan tak peduli masyarakat yang tersakiti,meskipun mereka yang telah membuat janji.

Sejuta kenangan dan harapan sehingga rasa kecewa dapat tero atkan,dan kusimpan untuk aku sampaikan padamu kawan.(ckn)

Sumber : Berbagai sumber inspirasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed