CELAHKOTANEWS.COM||PEKANBARU – Kurangnya perhatian orang tua dan mudahnya mendapatkan sepeda motor salah satu penyebab maraknya aksi penjambretan dilakukan oleh anak dibawah umur. Seperti yang berhasil diamankan oleh warga dan pihak Kepolisian Sektor Tenayan Raya, Senin (15/8/2016) malam. Pelaku yang diketahui merupakan seorang pelajar berinisial ST (16) dan temannya berinisial Fh (20) sempat menjalani bulan-bulanan warga setelah terjebak di jalan buntu ketika hendak melarikan diri setelah beraksi di jalan Hangtuah sekitar kolam renang Aras Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Kedua pemuda yang tinggal bersama orang tuanya di Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya nekat merampas handpone milik seorang mahasiswi bernama Suha Fitri (20) warga jalan Masjid Al-Furqon Kecamatan Lima Puluh sekitar pukul 22.00 WIB.
“Korban ketika itu tengah diboncengi oleh temannya, dan saat korban bermain handpone, tiba-tiba dari arah belakang dua orang pengendara sepeda motor datang merampasnya,” ujar Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Sulaiman, Rabu (17/8/2016) pagi.
Dikatakannya, sebelum kedua pelaku sempat melarikan diri menuju arah jalan buntu, korban sempat terjatuh bersama temannya lantaran terjadi aksi tarik menarik. Tetapi, lantaran korban sempat berteriak meminta tolong membuat warga sekitar mengejarnya.
“Pelaku merupakan seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan karena pelaku ST masih dibawah umur kita berusaha melakukan Diversi,” terang Kanit.
Masih kata Kanit, saat menjalankan aksinya petugas berhasil mengamankan satu unit handpone dan satu unit motor Honda Specy sarana pelaku beraksi.
“Kepada pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP ancaman kurungan diatas lima tahun, dan saat ini kita masih melakukan pengembangan. Diduga mereka telah berulang kali menjalankan aksinya,” tutup Kanit.(rp/net)













1 comment