oleh

Kacang Lupa Kulit “Nasi di Piring teman pun Di Embat”

celahkotaNEWS.com || Setiap orang membutuhkan teman untuk berbagi, dan itu pasti. Teman yang baik bukan tentang berapa lama dia mengenalmu, tapi mengenai orang-orang yang dapat diandalkan dan ada ketika kamu membutuhkannya.

Memilih teman ibarat memilih asupan nutrisi yang baik untuk tubuh. Semakin banyak teman positif yang kamu miliki, maka hidupmu pun semakin tenang dan nyaman. Jadi, berhati-hatilah memilih teman sebelum kamu terkontaminasi sifat negatif yang memperburuk karakter diri.

Martabat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari harkat diri kita sebagai manusia yang berbudi luhur. Salah satu sisi yang sering membuat orang terjerumus dan kehilangan martabat diri,adalah lupa diri.

Seperti kata pribahasa Mengatakan “Bagai kacang lupa pada kulitnya ” Yang esensialnya adalah, jangan pernah melupakan budi orang yang sudah mengantarkan kita menjadi sukses”Nasi di Piring Teman Pun di Makan.

Logikanya sesungguhnya sangat sederhana.Apapun yang keluar,akan kembali berlipat ganda,baik positif maupun negative.Yang dapat dianalogikan seperti ketika kita berada di sebuah lembah.

Bila kita berteriak maka suara kita akan beresonansi dan dalam sedetik kemudian alam akan memantul ulangkan apa yang sudah kita teriakkan.Jujur adalah salah satu fondasi karakter saat dewasa nanti. Kalau dari hal kecil dan di lingkungan antar teman aja kita sering berbohong, kelak suatu saat nanti bakal terbiasa berbohong dalam skala yang lebih besar.Nah, berkata jujur juga menjadi salah satu rahasia pertemanan yang awet.

Di dalam hidup ini kita bertemu dengan banyak macam orang dan beberapa di antaranya berakhir menjadi teman. Salah satu jenis teman yang patut dimiliki adalah teman yang super jujur, blak-blakan, dan tidak banyak bermulut manis. Teman seperti ini akan mendatangkan banyak manfaat dalam hidup kita.(*)

Diangkat Dari : Berbagai Sumber
Foto : Ilustrasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed