oleh

Jangan Lupa Diri

celahkotaNEWS.com || Persahabatan adalah bentuk hubungan manusia yg paling sering kita alami dan pasti kita masing masing memiliki minimal satu orang sahabat.

Sahabat satu lebih tingkat dari pertemanan,teman kita pasti banyak tapi sahabat kita tak akan sebanyak teman kita. Sahabat adalah tempat kita mencurahkan semua nya, keluh kesah dan juga sedih tawa.

Sahabat adalah yg mendukung kita ketika kita mulai merasakan ragu dan takut, mereka mengerti kita dalam masalah kita,memberi kita senyuman saat kita terpuruk.

Hubungan antar manusia ini lah yang mengajarkan kita banyak hal, dalam memahami, menyayangi , marah, kesal dan pasti nya satu hal sakit hati karna di khianati,(kompasiana).

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa menjalani kehidupan sendirian. Manusia memiliki sifat dasar membutuhkan orang lain, karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan kelebihan dan kekurangan, manusia bisa saling melengkapi satu dengan lainnya.

Jujur merupakan suatu sikap yang mulia dan penting untuk dimiliki oleh setiap orang.Kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain saat kita selalu menjunjung kejujuran.

Orang yang tak bisa bersikap jujur selain dilarang oleh agama juga akan mudah dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya.Apapun keadaaanya,jangan pernah sekali-kali berlaku tidak jujur termasuk berbohong.Berusahalah untuk selalu berkata sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Martabat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari harkat diri kita sebagai manusia yang berbudi luhur. Salah satu sisi yang sering membuat orang terjerumus dan kehilangan martabat diri,adalah lupa diri.

Seperti kata pribahasa “bagai kacang lupa pada kulitnya”Yang esensialnya adalah jangan pernah melupakan budi orang yang sudah mengantarkan kita menjadi yang lebih baik”sukses.”

Binatang sekelas anjing saja, tau berterima kasih pada tuan yang membesarkan dan memeliharanya, apatah lagi manusia yang diberi akal dan perasaan. Hanya orang yang tak punya akal dan perasaan saja yang tiada peduli pemberian dan membalasnya dengan kejelekan.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.(*)

Diangkat dari berbagai : Sumber
Foto : [email protected]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed