oleh

Gulat : “Pak Annas Telepon Saya Meminta Uang Itu Untuk DPR dan Menteri”

GULAT
Gulat : “Pak Annas Telepon Saya Meminta Uang Itu Untuk DPR dan Menteri”

CELAHKOTANEWS.COM,JAKARTA – Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia wilayah Riau, Gulat Manurung, mengatakan bahwa Gubernur Riau Annas Ma’amun menelepon dirinya berkali-kali terkait uang Rp 2,9 miliar. Gulat menyebut bahwa Annas akan menggunakan uang itu untuk diberikan ke anggota DPR dan menteri.

“Pak Annas Ma’amun telepon saya berkali-kali meminta uang itu untuk DPR dan menteri,” kata Gulat‎ dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Jl HR Rasuna Sahid, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2015) kemarin.

Namun Gulat tidak menyebut jelas siapa saja nama anggota DPR yang dimaksud. Sedangkan untuk menteri adalah Menteri Kehutanan (Menhut) saat itu ‎yang tak lain Zulkifli Hasan. Selain itu, Gulat menyebut uang itu diminta Annas dalam bentuk dollar.

“Cuma saya tidak tahu ‎dollar apa, ya kalau dollar ya dollar Amerika, cuma nggak sampai Rp 2,9 miliar, ” ucap Gulat.

Zulkifli sudah berkali-kali membantah menerima suap terkait masalah ini.

Dalam kesempatan itu, Gulat Manurung juga menyebut PT Duta Palma meminta dimasukkan dalam surat revisi alih fungsi hutan. Gulat menyebut PT Duta Palma berjanji memberikan uang Rp 8 miliar kepada Gubernur Riau Annas Ma’amun.

“PT Duta Palma menjanjikan Rp 8 miliar untuk Pak Annas, tapi baru terealisasi Rp 3 miliar tanggal 18 (September),” kata Gulat.‎

Saat dicecar kembali oleh hakim, Gulat mengaku mendapat uang sejumlah uang dari praktek tersebut. Gulat menerima uang Rp 100 juta dari Annas Ma’amun,” ucap Gulat.

Hakim pun sempat marah dengan tindakan Gulat sebab dia merupakan Ketua Asosiasi Petani Sawit wilayah Riau. Menurut hakim, seharusnya Gulat membela kepentingan rakyat kecil.

Gulat ditangkap KPK saat diduga menyuap Annas sebesar USD 166.100 atau setara Rp 2 miliar terkait revisi usulan perubahan luas lahan bukan kawasan hutan di Riau. Namun saat mengetahui pecahan uang itu, Annas meminta Gulat untuk menukar dalam pecahan dollar Singapura.

Dalam kasus ini, Gulat diancam pidana pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(one)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed