Celahkotanews.com || Dumai – Ibu adalah seorang wanita yang begitu perkasa, tegar, sekaligus mencintai kamu semua. Karena ibulah kamu hadir didunia ini. Tentu saja, hal ini membuat Ibu menjadi pahlawan sejati dalam hidupmu. Tidak cukup sampai disitu saja, Ibu juga bersedia mengorbankan segala sesuatunya hanya untukmu.
Sekujur rubuh ini terasa pilu,kelopak mata ini tak lagi bisa meneteskan air mata,butiran-butiran putih bening tak terasa lagi membasahi pipi sekilas aku bertanya apa yang telah aku lakukan untuk ibuku,beruntung bagi kita yang hingga dewasa hinga beranak cucu yang masih memiliki ibu tapi tidak seperti kami yang sedari kecil telah ditinggal pergi oleh ibu tercinta.
Terkadang iri dihati menyelinap duka melihat orang-orang disekeliling bisa berbagi bisa mengadu,bisa berkeluh kesah dengan ibu.karena ibu adalah tempat curahaan hati bagi anak-anaknya.
Bukanya menyesali atas takdir yang telah berlalu namum kerinduan dan kehadiran sosok seorang ibu menjadi inspirasi tersendiri, Bagaimana tidak ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia.
Meskipun kebersamaan terlalu cepat karena allah.Swt telah dulu memanggil ibuku untuk pergi meninggalkan kami untuk selamanya,teriring doa semoga ibu kami berada disisi yang maha kuasa.
Kelopak malam mungkin memberikan ku satu pencerahan goresan hati kecil ku ini kucurahkan pada untaian kata demi kata yang menjadi kalimat inilah isi hati ku untuk kerinduan ku pada ibuku,bukannya cengeng,tapi rindu ini memang tak tahu harus kemana aku berikaan tak tahu aku harus curahkan.
Ibu aku rindu padamu lewat kaca malam ku hunjamkan mata menembus gelapnya awan yang kusam dan muram hembusan angin menerpa dedaunan serta menusuk hingga kerelung hati ku yang mengsyaratkan tarian makna kehidupan dan aku sadari itu hanya keri duanku kini Anganku terbang melayang menghadirkan satu rasa yang kian menelusup jiwaku Ada getar-getar rindu di dada ku, disetiap sujud ku aku selalu berdoa semogga kelak kita di persatukan lagi.(ckn)
Eeditor : ckn
Tulisan : Khairul iwan









4 comments