
Celahkotanews.com || Dumai – Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan yang akan di hadapi manusia.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.
Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
Nah di tengah hingar bingar keramaian Kota dumai ini masih terselip kehidupan yang begitu memprihatinkan seperti yang di alami Bapak Anggiat simanjutak yang beralamatkan di jalan bumi ayu RT 09 Kelurahan Bumi ayu Kecamatan dumai selatan, sudah dua tahun bergelut dengan penyakit yang ia derita sesuai pantauan Celahkotanews.com Bapak Anggiat di duga mengalami Gizi buruk.
Hidup sebatang kara dan tidak Tahu harus kemana,hanya para tetangga yang merasa iba dan kasihan melihat kondisi kehidupan bapak Anggiat ini.
Pak Anggiat merupakan salah satu diantara masyarakat kota dumai yang hidup dalam kesusahan dan lebih parahnya lagi pak Anggiat harus mengurus dirinya sendiri untuk merawat dirinya dalam mengurusi penyakit yang ia derita,saat ini kondisi pak Anggiat hanya kulit pembalut tulang.
Mengakrabi penderitaan, kesengsaraan, rasa sakit, kesedihan, kekecewaan, tidak sama dengan memuaskan keinginan untuk mengeluh, meraung-raung, atau menjual iba. Sebaliknya, ini menjadi cara belajar menghadapi keadaan tidak nyaman, kurang menyenangkan dengan lebih mawas diri dan menghayati hal yang bisa membuat seseorang lebih bijaksana dan berhikmat.
Penderitaan kecil bisa membuat seseorang seakan meregang nyawa agar di dengar orang lain, bahkan kalau perlu seluruh dunia. Sebaliknya mungkin banyak juga kita mendengar orang yang tetap bisa memikirkan orang lain, memilih diam dan menguatkan diri meskipun ia mengalami penderitaan hebat, bahkan yang tak terbayangkan oleh siapapun.
Dalam hal penderitaan seseorang, orang lain bahkan terkadang segan untuk mengetahuinya agar tidak harus terlibat dalam urusan yang kurang menarik bagi kepentingannya. Ini bisa jadi wajar dan manusiawi. Namun tentunya tidak semua orang tidak peduli. Sekedar mendengarkan, sekedar menanyakan kabar dengan perhatian tulus, itu bisa sedikit membantu mengurangi beban orang yang menderita. Berbahagialah mereka yang menyediakan diri dalam bentuk apapun, untuk menjadi peduli.
Sejauh ini juga undang undang dasar Republik Indonesia tahun 1945 juga mengatur dalam sila pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,Serta Pasal 34 undang undang 1945
Fakir-miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara.

Sejauh ini pemerintah Kota dumai Melalui Penjabat walikota dumai Drs.Arlisman agus Menegaskan
“Seperti yang telah kita dapatkan informasi bahwa salah seorang masyarakat kota dumai mengalami gizi buruk,tentunya dalam hal ini kami akan memerintahkan Lurah,camat serta puskesmas yang ada untuk mengunjungi dan mencarikan solusi sehingga warga kita mendapat perhatian dan batuan,”Terang Pj.walikota dumai 23/11/15
Siapa yang tak ingin masa tuanya hidup nyaman dan tentram sambil bercengkrama dengan anak cucu. Menghabiskan sisa hidupnya dengan penuh senyum tanpa harus memikirkan beban dunia lagi, sehari-hari hanya tinggal mendekatkan diri pada sang khalik.
Namun, takdir sering berkata lain. Takdir yang harus dijalani seorang Bapak Anggiat ini , yang hidup sebatang kara ini menjadi contoh betapa dunia tak selalu seperti yang kita impikan.
Namun tidakkah terbuka pintu hati kita untuk menolong sesama,siapa lagi kalu bukan kita.(one*1)
Laporan : Khairul iwan














7 comments