celahkotaNEWS.com || Dandim – 0320/Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan S.E hadiri pelaksanaan Pemantapan Wawasan Kebangsaan Wilayah Kota Dumai Pada hari senin tanggal 14 Maret 2022, Pukul 08.00 WIB bertempat di ruang Pertemuan Malaka Room Hotel Comforta Dumai, Jl.Jendral Sudirman, Kel.Dumai kota, Kec.Dumai Kota, Kota Dumai.
Pelaksanaan Pemantapan Wawasan Kebangsaan di Kota Dumai bertemakan “Dengan Mantapnya Wawasan Kebangsaan Kita Tingkatkan Kecintaan Terhadap Tanah Air” yang dihadiri oleh +-35 orang.
Kegiatan Pelaksanaan Pemantapan Wawasan Kebangsaan di Kota Dumai di hadiri Oleh
Dandim 0320/Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan S.E, Sdr. Bangun Sitohang (Kabag Analis Kebijakan Ahli Madia Kementerian Dalam Negeri), Sdri. Sri Petri Harianti (Kabid Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov Riau), Sdr. Eko Wardoyo (Kepala Kesbangpol Kota Dumai), Sdr. Zulkifli Ahad (Ketua Forum Pebauran Kebangsaan /FPK), Pejabat Eslon 3 dan 4 Kota Dumai, Anggota Forum Perbauran Kebangsaan FPK – LKKMD Kota Dumai, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Utusan dari Aparatur Sipil Negara, Tamu dan Undangan.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan, SE dalam Paparanya menyampaikan”Kami dari bidang pertahanan bagaimana kita memandang kemampuan bangsa kita ini untuk bisa bertahan dengan segala Sisi bisa dipandang sebagai potensi-potensi yang bisa menguatkan bisa juga dipandang sebagai kelemahan karena akan menjadi sangat mudah dalam memecah belah nya ini pernah terjadi bangsa kita dijajah 360 tahun karena kita sangat mudah dipecah-belah oleh peradaban itu.
Lepasnya Timor Leste ini menjadi pelajaran buat kita bagaimana cara pandang pemikiran yang baik kalau dia dikaitkan dengan rasa tidak suka pastilah tidak akan berjalan ide-ide yang baik Kalau disampaikan tidak benar pastilah dipelintir menjadi tidak benar.
Terkait dengan pemahaman ideologi pancasila ini merupakan dasar yang mutlak yang harus kita jalankan.
Tidak ada keputusan hukum yang dibuat negara ketika dia tidak melaksanakan ibadah tapi di situ ada nilai moral cara pandang rakyat itu untuk melaksanakan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan nya yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi di sini ada nilai bahwasanya Selain Kita harus menetapkan sebuah dasar hukum yang tertulis yang harus ada undang-undangnya ada Perpres nya sampai dengan intruksi dari wali kota yang paling bawah apa yang menjadi moral untuk kita mau secara sadar diri menjalankan ibadah.
Bahaya latin TNI tidak mempermasalahkan orang yang (X) PKI, tapi yang dipermasalahkan adalah pemahaman dia kalau dia ingin mengembalikan sifat komunis inilah yang ingin kita jaga, kalau dirubah ke komunis kita harus merubah dulu yang namanya Pancasila tentu tidak karena Pancasila menjadi rohnya kita cara pandang kita. Papi tni-ad punya prinsip kewaspadaan. Ke depan bagaimana kita sama-sama membangun negara ini, tapi kalau ingin mengubahnya harus berhadapan dengan TNI.
TNI pemerintah kita harus menyamakan visi cara pandang jangan kita terpengaruh dengan orang-orang yang ingin memecah-belah kita, dengan isu isu agama dan jangan sampai terpancing dengan kondisi seperti ini.
Penyebabnya media sosial siapa saja bisa menyebarkan berita berita itu, karena semua bisa dipelintir, kita paling Riskan untuk bisa menerima perpecah belahan ini karena kita beribu suku agama kepercayaan, tapi lebih bijak jika kita bisa memandang isu isu yang beredar itu langsung hati-hati.
Isu tentang energi Rusia dengan Ukraina, rusia dia ingin menjaga eksistensinya dia mengambil langkah-langkah yang namanya, prinsip yang harus kita hargai, untuk mereka berbuat Sebuah Peperangan disebut Langkah terakhir ketika upaya-upaya perdamaian tidak bisa terlaksana.
Terkait masalah narkoba perlu Kita waspadai. Paling gampang untuk memutus mata rantai generasi penerus dengan narkoba, yang harus kita perbuat jaga diri sendiri keluarga dan lingkungan sekitar. Saya berharap dengan generasi muda yang kuat ke depannya akan tetap menjaga negara kita ini.
Program pemerintah stunting kalau tidak kita jaga dari awal terputus generasi kita.
Untuk konflik perbatasan di wilayah Dumai tidak ada, tapi untuk nasional kita masih ada permasalahan yang di Timor Leste terkait garis batas dan di Malaysia sepadan dan ligitan.
Esensi nilai kebangsaan hanya satu yang bisa menyatukan kita yaitu ideologi Pancasila. Kalau kita benar-benar menjalankan nilai-nilai Pancasila ini negara kita ini bisa lebih maju dari negara-negara yang di luar sana semuanya warga mempercayai adanya Tuhan semuanya meyakini adanya perbedaan semuanya meyakini terkait dengan kesetaraan.
Bela negara tidak harus menjadi tentara.
Kita masih punya prinsip sishankamrata bahwasanya sistem pertahanan kita itu TNI tidak ada apa-apanya tanpa rakyat komponen pendukung komponen cadangan dan hilangnya sebagian kecil dari pertahanan kita ini.
Kesimpulan :
Kemajemukan ini sesuatu hal yang tidak bisa kita hindarkan tapi bisa kita budayakan kemantapan lembaga atau nilai-nilai budaya yang ada pedoman Pancasila ideologi harus ditanamkan kepada saudara-saudara kita.
Sementara Paparan Nara Sumber Sdr. Eko Wardoyo (Kepala Kesbangpol Kota Dumai) mengatakan bahwa Bagaimana kita mengamalkan Pancasila dengan baik kalau dari kecil tidak diajarkan.
Zaman era globalisasi kita sekarang generasi milenial tidak fokus lagi ke negara cara ke tangga tapi dasar-dasar tidak diajarkan lagi di sekolah.
Lebih parah lagi hot sudah merata ujaran kebencian yang harus diwaspadai di sini Saya yakin bapak-bapak kepada suku yang dahulunya sudah mengenyam yang namanya Penataran P4 tidak ada lagi.
Kami di rumah ini suatu lembaga yang diberi amanah untuk UKT mengayomi salah satu organisasi atau FPK Kami harapkan nanti FPK akan bisa melalui sepuh-sepuh yang ada dikota bisa merangkul semua lini.
Dalam kegiatan 2020-2024 Kesbangpol mendapat amanah untuk melaksanakan kegiatan tahapan Pemilu dan Pilkada serentak di 2024 salah satunya kegiatannya melalui kegiatan ini adalah peningkatan efek Adi daerah kita akan membuat suatu kegiatan diskusi terlebih dahulu.
Kita tidak bisa bekerja sendiri harus bekerjasama dengan SBK kemudian orang Mas Ormas yang ada fkub FKG kita optimalkan seluruh jajaran yang ada.(rls)














3 comments
Comments are closed.