
Celahkotanews.com || Meranti – Sejumlah ruas jalan yang ada di kota selat panjang Kini telah di merahkan dengan lampion,tidak asing lagi di kota sagu kepulauan meranti provinsi riau ini bila mana menjelang perayaan imlek warga keturunan tionghua akan menghiasi jalan dan ruko,kelenteng dan rumah-rumah mereka denangan lampion.
Karjono Ketua PSMTI Kabupaten Kepulauan meranti saat di jumpai celahkotanews.com menyapaikan,bahwa serangkaian kegiatan menyambut tahun baru tentunya salah satu tradisi memasang lampion.
Keberadaan pernak-pernik lampion menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Lampion menjadi atribut budaya yang menandai peralihan tahun dalam penanggalan Tionghoa. Menurut sejarah, diperkirakan tradisi memasang lampion sudah ada di daratan Cina sejak era Dinasti Xi Han, sekitar abad ke-3 M. Lampion mulai diidentikkan sebagai simbol perayaan Tahun Baru dalam penanggalan Tionghoa pada masa Dinasti Ming. Pendar cahaya merah dari lampion memiliki makna filosofis tersendiri. Nyala merah lampion menjadi simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan. Legenda klasik juga menggambarkan lampion sebagai pengusir kekuatan jahat angkara murka yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Memasang lampion di tiap rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.
“Keberagaman suku bangsa masyarakat selatpanjang menjadikan kota ini memiliki potensi wisata budaya yang menarik. Tak terkecuali dalam tradisi perayaan masyarakat Tionghoa, seperti: Imlek, Cap Go Meh maupun sembahyang kubur (Cheng Beng atau Kuo Ciet) yang memiliki daya tarik dan nilai atraktif pariwisata. Menjelang perayaan Imlek, di berbagai sudut kota, pusat perbelanjaan dan kawasan warung kopi selatpanjang telah dihiasi dengan pernak pernik Imlek. Antusiasme dalam event ini tidak hanya dari masyarakat Tionghoa saja, banyak masyarakat umum yang ikut menikmati suasana perayaan Chinese New Year atau yang lebih dikenal dengan Tahun Baru Cina,selain itu kegiatan tahunan masyarakat tionghua juga mendapat dugungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan meranti,” Karjono (14/01/17).
Sementara itu juga Karjono Mengatakanpada perayaan imlek di kota selatpanjang juga akan melaksakan kegiatan perang air yang di jadwalkan akan di buka lansing oleh guberbur riau arsadjulianri rahman,pada umumnya rbuan masyarakat Tionghoa Kepulauan Meranti tumpah ruah di jalan Kota Selatpanjang. Mereka berbasah-basah dalam tradisi perang air dalam merayakan tahun Baru Imlek.
Tradisi perang air dan semprotan busa dalam perayaan Imlek di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti dari tahun-ketahun terus menjadi sorotan warga etnis tionghoa dari berbagai Negara.
Setiap tahun, ribuan warga tionghoa dari berbagai negara mulai dari Malaysia, Singapore, Thailand bahkan dari Negara Republik Rakyat China berkumpul di Kota berjuluk Kota Sagu tersebut.
Disini mereka hanya menghabiskan waktu untuk mengikuti tradisi Unik yang tiada duanya di dunia dan itu hanya ada di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten termuda di Provinsi Riau ini.
“Bersiram-siram air dan semprotan busa berkeliling kota dengan menggunakan becak (transportasi angkutan roda tiga), kegembiraan dan kebersamaan seperti ini yang tidak kami dapat ditempat lain,” ujar Karjono.
Menurut Ketua PSMTI Kota selat Panjang ini kegitan tahunan ini hanya ada dua tempat Kabuoaten kepulauan meranti dan thailand.
Untuk diketahui, Tradisi perang (siram) air dan semprot busa sudah menjadi agenda wisata daerah Kota Sagu setiap Perayaan Imlek tiba, dan tradisi ini berlangsung selama 6 hari terhitung sejak Imlek hari pertama.
Peng Suyoto mengungkapkan, perayaan tahun ini akan berbeda. Kendati tidak ada dirayakan dengan kembang api secara resmi seperti biasa, namun tahun ini digelar lebih terbuka. Hal itu membuatnya optimis perayaan Imlek Bersama tahun ini akan lebih meriah.
’’Pertama ingin kami tekankan, ini bukan perayaan agama tapi murni budaya. Jadi akan lebih terbuka untuk siapa saja untuk menghadirinya. Kami juga akan mengundang organisasi lintas etnis, semua organisasi etnis di Riau akan hadir. Termasuk nanti organisasi Tionghoa Islam. Untuk menjamin kemeriahannya, kami juga sudah bekerja sama dengan Riau Pos sebagai media patner untuk ekspos mulai dari persiapan hingga penutupan,’’ sebut Peng.(ckn).
Editor : CKN
Penulis : Khairul iwan
Sumber : Berbagai Sumber








4 comments