oleh

Penambangan Pasir Laut Ilegal di Pulau Ketam, Negara dirugikan Rp 7 Milyar

img-20161005-wa0001

CELAHKOTANEWS.COM||BENGKALIS – masyarakat pulau ketam, rupat, kabupaten bengkalis, resah dengan aktivitas penambangan pasir laut ilegal di sekitar pulau ketam. Namun masyarakat tidak bisa berbuat banyak, disinyalir ada keterlibatan banyak oknum . Padahal kerugian negara diperkirakan sudah mencapai Rp7 miliar selama tiga tahun.

Investigasi perairan pulau ketam, menemukan apa yang menjadi keluhan warga tempatan, tiga kapal kayu sedang menambang pasir laut tidak jauh dari pulau ketam.
Tampak beberapa orang pada bagian belakang kapal tengah bekerja dengan menggunakan alat penambangan pasir, tidak jauh dari pulau ketam.

Salah seorang (ah), warga rupat kabupaten bengkalis mengatakan penambangan pasir secara ilegal tidak cuma terjadi di perairan pulau ketam, penambangan pasir secara ilegal juga ada di wilayah terkul, bengkalis.

Menurutnya penambangan pasir laut ini ilegal dan dikuasai oleh syamsudin,warga tanjung kapal rupat.

Siapa saja yang menambang harus koordinasi dengan syamsudin. Kalau tidak jangan harap bisa ambil pasir.

Ah menambahkan, syamsudin bahkan memonopoli hampir semua aktifitas yang berhubungan dengan penambangan .uang koordinasi sebesar Rp45.000 per kubiknya dipungut syamsudin sedangkan satu kapal muatan sekitar 60 kubik . Dapat dibayangkan berapa jumlah uang yang mengalir ke kantong syamsudin .

Aktifitas penambangan sudah berjalan selama tiga tahun tepatnya pada tahun 2013 hingga kini 2016. Dari penambangan tersebut tidak ada kontribusi untuk daerah apa lagi kepada masyarakat, bahkan negara telah dirugikan.

Penambangan pasir laut jelas berdampak pada kerusakan lingkungan ,setelah dikalkulasi selama tiga tahun penambangan negara rugi rp7 miliar .(ckn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed