oleh

Ini Kesaksian Pasien O1, Setelah Dinyatakan Sembuh,Allah Masih Sayang Sama Saya

celahkotaNEWS.com || DUMAI – Warga asal Bogor, Siti Aminah (62), dinyatakan sembuh setelah hasil swab dua kali negatif. Siti Aminah merupakan pasien pertama positif Corona di Dumai, dan masuk ke dalam Klaster Bogor yang dirawat sejak 24 Maret 2020.

Setelah menjalani perawatan selama 53 hari, Siti Aminah hari ini Sabtu (16/5/2020) sudah boleh pulang ke rumah.

Siti Aminah mengaku bersyukur bisa sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19.

Ia mengatakan salah satu hal yang dia lakukan saat menjalani isolasi adalah memperbanyak ibadah, seperti salat, dzikir dan membaca Alquran agar pikiran tetap tenang dan tidak stres.  Selama di ruang isolasi ia bisa dua kali katam Alquran.

Walikota Dumai H, Zulkifli As melepas langsung pasien tersebut di depan pintu masuk IGD RSUD Dumai. Walikota didampingi juru bicara gugus tugas Covid-19, dr Syaipul, Kepala Diskominfo Dumai Muhammad Fauzan, Direktur RSUD Dumai Ridhonaldi dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Siti Aminah menceritakan pengalamannya bertarung dengan penyakit tersebut.

“Jangan dianggap enteng, virus ini tidak kelihatan, tapi ada, dan berbahaya,” kata Siti Aminah.

Lanjutnya, ikuti himbauan pemerintah untuk di rumah dan gunakan masker jika berada di keramaian agar tidak tertular virus Corona.

Diakuinya, selama menjalani perawatan, dia mencoba menguatkan diri agar mampu melawan virus yang bersarang dalam tubuh ini.

“Dan saya yakin semua penyakit pasti ada obatnya, atas dasar itu saya yakin bisa sembuh, dan akhirnya saya merasa senang ketika diberi tahu dokter bahwa saya sudah sembuh dari virus corona,” tambahnya.

“Saya bisa sehat seperti ini karena Allah masih sayang sama saya. Saya juga yakin Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan kita.”

“Hari ini saya bisa pulang ke rumah setelah hasil swab dua kali negatif”.

Ia pun menceritakan, selain pertolongan dari Allah, penanganan yang cepat dari tim medis menjadi salah satu kunci ia bisa sembuh.

“Dokter dan perawat yang merawat saya sudah saya anggap seperti anak sendiri, mereka merawat saya dengan sangat baik,” terangnya.

Siti Aminah pun berbagi cerita kepada awak media awal mula terinfeksi virus Corona.

Dijelaskannya, setibanya di Dumai dari Bogor, Maret lalu, dia mengalami gejala batuk pilek dan demam disertai sesak nafas. Pada saat itu berobat ke RS Pertamina Dumai. Suhu tubuh diukur 38 derajat, badan terasa menggigil.

Lalu dilarikan ke RSUD Dumai untuk di Rapid Tes. Sempat terkejut mengetahui hasilnya positif. Namun dia berusaha kuat karena sebelum masuk rumah sakit dia sudah punya curiga terkena Corona.

“Saya akui sempat down mendapat kabar positif virus Corona, tapi saya berusaha kuat dan tetap tegar agar imun tubuh tidak menurun, semua saya serahkan pada Allah yang punya kuasa,” paparnya.

Siti Aminah merupakan warga Bogor, ia ke Dumai untuk menghadiri resepsi pernikahan saudaranya pada 23 Maret di Dumai. Namun sebelum menghadiri resepsi pernikahan ia dirawat di Rumah Sakit akibat terinfeksi virus Corona.

dr. Fitrach Desfiyanda, SPPD adalah dokter yang merawat Siti Aminah selama 53 hari di ruang isolasi RSUD Dumai.

Saat diwawancarai, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Dumai itu, mengakui pasien 01 ini merupakan pasien corona terlama yang dirawat di RSUD Dumai.

Menurutnya, perawatan pasien Covid-19 memang berbeda-beda, ada beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya perawatan, seperti usia pasien yang sudah lanjut dapat mempengaruhi imun dan daya tahan tubuhnya, sehingga respon terhadap obat yang diberikan rendah.

“Selama pengobatan, kami terus melakukan upaya mengembalikan mental pasien, kita ajak senam pagi dan berjemur Pukul 09.00 WIB,” ungkapnya.

Karena, selain penanganan yang cepat, kunci sembuh pasien positif corona asal Bogor itu adalah tetap menjaga kebugaran tubuh untuk memperkuat sistem imun tubuhnya.

“Selain senam dan berjemur, salah satu yang kita lakukan adalah memastikan asupan nutrisi yang cukup serta memperkuat mental. Karena itulah kami selalu menyemangati masyarakat agar jangan terlalu panik namun tetap waspada,” tutupnya.(ckn/HRC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed