Gubri :  56,42 Persen Kawasan  Pengembangan Pembangunan Daerah Terkendala Luasnya Lahan Gambut

2016-12-20_17-21-58
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman 

Celahkotanews.com || Pekanbaru – Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan 56,42 persen kawasan setempat merupakan lahan gambut sehingga cukup menyulitkan pengembangan pembangunan setempat.

“Pesisir lebih tertinggal dalam pembangunan sehingga banyak masyarakat yang belum menikmati pembangunan. Mayoritas Riau punya lahan gambut, kemudian juga persoalan akses transportasi,” kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Selasa.

Andi Rachman, begitu sapaan Arsyadjuliandi mengatakan meski provinsi ini mempunyai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang hampir mencapai Rp10 triliun setiap tahunnya, namun tidak sepenuhnya dapat memikul beban untuk menyejahterakan masyarakat.

“Riau ini sudah seperti Indonesia kecil semua suku dan agama ada di sini makanya pertumbuhan penduduk cukup besar sekitar tiga persen dari migrasi. Dari APBD tidak ada artinya karena yang kami tanggung cukup besar,” sebutnya.

Untuk itu, Andi Rachman mengharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat agar besarnya SDA yang dipunya dapat berbanding lurus dengan perekonomian masyarakat.

Apalagi kata dia kontribusi Riau cukup besar dalam menopang perekonomian Indonesia terutama dari produksi minyak sawit mentah (CPO) yang menyumbang sekitar 41 persen dari produksi nasional CPO.

“Apa yang diberikan Riau cukup besar untuk nasional, bukan hanya sektor perkebunan namun minyak dan gas bumi pun memiliki sumbangsih yang besar. Di lain sisi kami juga butuh bantuan,” kata Andi Rachman.

Belum lagi persoalan perkembangan sektor perkebunan khususnya di lahan gambut dihadapkan dengan isu kerusakan hutan dan lingkungan, sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem tata pengelolaannya.

Sumber daya alam yang berlimpah ruah mulai dari minyak, tambang, komodititas perkebunan, kehutanan, pertanian serta kelautan perikanan semuanya dapat dioptimalkan dengan pengelolaan yang baik.

Dikatakan Andi Rachman, perkebunan merupakan sektor unggulan berdasarkan rencana pola ruang pada  draf awal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau dengan alokasi untuk kawasan perkebunan seluas 3,65 juta hektare atau 41 persen dari luas wilayah setempat.

Untuk komoditas usaha kelapa sawit dengan luas lahan 2,4 juta hektare, luasan ini berada di peringkat nomor satu di Indonesia dari luasan kebun sawit nasional 10,01 juta hektare.

Selanjutnya, kata dia, sektor kelapa  produksi nomor satu secara nasional diikuti perkebunan karet produksi nomor empat dan sektor perkebunan lainnya seperti sagu, kopi dan pinang.

“Jadi sektor perkebunan menjadi pilar penggerak ekonomi di Riau, dimana 76 persen dari duduk Riau hidup berdasarkan perkebunan,” kata dia.(ckn/ant)

Sumber : antarariau

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *