oleh

Fenomena Pilkada Serentak Banyak Mesin Partai Tidak Berjalan,Dukung Paslon Lain

pesisirnews_5-Pasangan-Balon-Wako-Dumai-Lulus-Tes-Kesehatan
Lima Paslon Walikot Dumai” 4/1=4″

Awas Kader Penghianat…!!!
CELAHKOTANEWS.COM | DUMAI – Terhitung tiga bulan dari sekarang tepatnya 9 Desember 2015 mendatang, negeri ini akan menggelar hajatan besar pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah kabupaten atau kota di Indonesia secara serentak. Geliat politik dari partai  dan pendukung lainnya sangat menarik untuk dikaji. Terutama menjelang detik-detik akhir pendaftaran calon pada Juli lalu.  Untuk kondisi konstelasi politik di bumi lancang kuning dan khususnya di kota dumai ada beberapa isu menarik seputar perhelatan pesta demokrasi ke depan.

Kemana Eksistensi Parpol?

Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hingga saat ini kita mendapati tidak ada tren positif di tengah masyarakat untuk bergairah dalam pesta demokrasi.

Fungsi Partai Politik terhadap rakyat melalui pendidikan politik dan pengaderan serta rekrutmen politik yang efektif untuk menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang politik hampir tidak berjalan. Parpol sebagai pilar demokrasi mengemban misi untuk menghidupkan demokrasi guna mendukung sistem presidensial.

Pilkada adalah ajang yang legitimate untuk menghasilkan pemerintah yang sah maka ikut berpartisipasi dalam pemilu dengan mengusung kader ideologinya menjadi wajib. Ini semua harus disadari oleh setiap parpol yang ada di negeri ini, namun sangat disayangkan ada parpol lama yang tidak solid dan adanya partai baru yang tidak mau bekerja keras dan takut kalah bahkan banyak di antar pengurus partai politik malah tidak berjuang untuknya calon yang di dukung oleh partainya,dan malah mendukung pasangan calon dari Partai lain,hal ini juga boleh dikatakan main mata.

Lantas membangun koalisi adalah gambaran parpol kehilangan jati dirinya. Perlu juga disadari walaupun kalah dalam pilkada namun parpol mengusung calon sendiri yang merupakan kader partainya, parpol tersebut telah berinvestasi melalui kadernya untuk ajang pilkada yang akan datang. Sebaliknya, berkoalisi dengan kekuatan yang lebih besar tidak akan menjadikan partai tersebut lebih kuat di tengah masyarakat.

Di kota dumai sendiri banyak sekali terjadi anggota partai politik yang tidak solid dengan pasangan calon yang di dukung oleh partai,hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar,apakah pasangan calon yang di usung partai mereka tidak kuat,atau cari aman,ataukah memang mesin politik dari partainya tidak berjan.

Hal yang sangat miris terjadi saat ini,ketika partai mengusung paslon walikota dan wakil walikota Dumai periode 2015-2020 sudah di setujui, namun malah kader- kader partai tidak mendukungnya pula ada apa…?

Belum apa apa udah Mengkhianati banyak orang,Pasangan calaon,serta partainya sendiri. Mungkin Masyarakat Kota dumai yang akan menjadi target pengkhianatan selanjutnya(ckn)

Penulis: Khairul iwan
Liputan dumai

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed