
Celahkotanews.com || Pekanbaru – Banyak penderita stroke yang tidak menyadari sejak awal ritme detak jantung mereka. Bahkan mereka (pasien, red) yang datang ke dokter kebanyakan memiliki penyakit sudah akut diakibat pemeriksaan kesehetan sudah terlambat.
Padahal, ritme detak jantung yang tidak beraturan dapat menjadi penyebab awal timbulnya stroke. Bisa jadi pasien tersebut sebenarnya menderita fibrilasi atrium yang tidak terdiagnosis sebelumnya.
Hal inilah yang diungkapkan dr Lia Valentina SPJP-FJHA pada Seminar Kenali Irama Jantung anda dan Cegah Stroke di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Sabtu (30/7). Seminar yang dilakukan pihak rumah sakit yang bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) cabang Pekanbaru ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang hadir mengenai gejala stroke dan irama detak jantung.
Lia menjelaskan lebih jauh kebanyakan masyarakat awam minim pengetahuan mengenai gejala awal stroke. Apalagi Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung (aritmia) yang paling umum ditemui dan diderita siapa pun tanpa batas usia. Pada pasien fibrilasi atrium, denyut jantungnya tidak teratur.
“Hal ini membuat mereka rentan mengalami penggumpalan di dalam pembuluh darah. Gumpalan ini kemudian bergerak menuju otak dan berpotensi menyebabkan serangan stroke iskemik atau stroke yang disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah otak akibat penggumpalan darah,”terang Lia yang juga merupaka dokter spesialis jantung di RS Awal Bros Panam.
Selain berpotensi mengalami stroke lebih besar, pasien dengan irama denyut jantung yang tidak normal berpotensi mengalami kecacatan dengan kondisi yang lebih parah dibanding stroke yang menyerang pasien tanpa gangguan irama denyut jantung
“Risiko pasien yang memiliki denyut jantung tak beraturan ikut meningkat seiring dengan bertambahnya usia, tekanan darah yang tinggi, serangan stroke sebelumnya, dan diabetes. Pasien yang memiliki beberapa faktor risiko ini adalah pasien yang paling sulit dilindungi dari stroke. Karena angka kematian akibat stroke pada pasien dengan Fibrilasi atrium itu tinggi.,”bebernya.
Deteksi dini fibrilasi atrium sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana, cepat, dan sangat murah, yaitu dengan mengukur denyut nadi. Jika terdiagnosis, pencegahan stroke dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat antikoagulan.(Riaupos/Net)











4 comments