Celah Kehidupan : Aku Ingin Jadi Polwan,Kisah Gadis Kecil Pembuat Batu Bata

2017-01-26_15-26-29
Celah Kehidupan : Aku Ingin Jadi Polwan,Kisah Gadis Kecil Pembuat Batu Bata

Celahkotanews.com|| Dumai – Memiliki rumah yang layak untuk dihuni merupakan impian semua orang. Namun nasib berkata lain untuk keluarga Idris(47),Tinggal rumah yang sederhana,hanya berdindingkan papan bekas Beratapakan Daun Nipah.

Tinggal Diistana kebahagian meskipun orang disekilili hidupan denagan kemewahan namun tidak dengan Bapak idris.

Keluarga yang tinggal di lingkungan RT 025,Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat itu terlihat sangat sederhana dan Memprihatinkan memang, Dirumah itu juga Idris tinggal bersama keenam anaknya.

Namun tak jarang ketika hujan datang keluarga ini terpaksa tidur berdempetan menghindari tetesan air hujan yang masuk lewat celah-celah atap nipah sebagai atap rumah mereka.

Dari kehudupan yang sederhana bahkan jauh dari kata cukup membuat  kehidupan yang serba kekurangan ini juga menyebabkan beberapa anak Idris harus rela  berhenti sekolah. Itu dikarenakan harus lebih mementingkan membantu kondisi ekonomi yang jauh dari cukup itu dan mengantungkan tinggi – tinggi cita-cita dan anganya.

Selain melihat kondisi itu ada hal yang sangat membimbangkan yaitu jaminan kesehatan keluarga ini dengan kondisi kumuh itu. Tidak bisa dijamin mereka bebas dari berbagai bentuk bakteri dan kuman yang sewaktu-waktu akan berdampak bahaya untuk kesehatan mereka.

Namun Fakta lain  yang menyayat hati ketika mendengar cerita keluarga ini. Eka(15) salah seorang putri mereka, terpaksa berhenti sekolah ketika dibangku pendidikan kelas 5 sekolah dasar. Sebelum nya Eka sempat mengenyam dunia pendidikan di SDN 09 Parit Sadak kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat.

Namun Eka mesti menguburkan mimpi nya ingin menjadi seorang Polwan.Karena jangankan untuk membiayai sekolah nya, untuk biaya makan sehari-hari saja Eka harus bekerja sebagai buruh Pembuat batu bata guna membantu ekonomi keluarganya.

Ditambah lagi kondisi kesehatan Idris ayah Eka yang semakin hari semakin  mengkhawatirkan. Pekerjaan nya sebagai nelayan tradisional juga kini tidak bisa menjamin mimpi putri nya untuk menjadi Polisi Wanita sangat mustahil untuk dikabulkan.

kepada awak media Idris mengatakan bahwa dirinya sangat berkeinginan agar Eka Bisa menjadi seorang Polwan namun keadaan ekonomi yang susah serta kondisi kesehatanya sering sakit-sakitan menjadi faktor utama tidak bisa mewujudkan cita-cita putrinya itu.

“Pekerjaan saya sebagai nelayan yang kelaut menumpang dengan kapal jaring milik orang lain tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Satu kali pergi dengan waktu 5 hari dilaut jika kondisi cuaca bagus baru dapat gaji Rp300 ribu, bahkan sama sekali tidak ada hasilnya jika cuaca buruk. Ditambah lagi kondisi kesehatan saya yang sering sakit-sakitan ini tentu saja, saya tidak bisa berbuat banyak.”Ujar Idris dengan bulir air  mata berkaca-kaca.

Eka ketiaka dijumpai wartawan celahkotanews.com dan ditanya terkait cita-cita nya untuk menjadi seorang Polwan, secara mendadak wajah nya memerah disertai gugur butiran air mata dari sudut bola matanya, sambil menjawab pertanyaan dengan tersedu-sedu.

“Eka saat ini hanya berharap bisa membantu kedua orang tua, walau pun sebenarnya Eka sangat ingin sekolah kembali namun  kondisi ekonomi keluarga harus membuat Eka rela berhenti sekolah. Menjadi Polwan adalah cita-cita Eka, dengan menjadi Polwan tentu saja Eka dapat membantu orang tua. Tapi ya sudahlah saat ini Eka kan juga sudah membantu orang tua meski harus mengantikan cita-cita Eka dari Seorang Polwan menjadi Buruh Pembuat Batu bata. Melihat kedua orang tua dan Adik-adik Eka dapat makan itu menjadi semangat baru buat Eka.”tutup Eka sambil menyeka air mata nya.(ckn/Mad)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Pingback: pg168
  2. Pingback: experience this