
Celahkotanews.com || Semenjak Berdiri Badan usaha milik daerah PT.Pembangunan Dumai Belum terdengar badan usaha yang satu ini memberikan kontribusi sebagai salah satu penyumbang Pendapatan asli daerah.
Selain itu pula Beberapa waktu yang lalu BUDM PT.Pembangunan dumai juga mendapat pernyataan modal sebesar Rp 28 Meliar pantastis dengan jumlah uang tersebut menurut keterangan Direktur BUMD PT.Pembangunan Dumai Boenaidi Boeimin mengatakan bahwa Rp 22 miliara di pergunakan untuk pembangunan Batching plan,Rp 6 Miliar sebagai modal usaha.
” Uang pernyataan Modal tersebut telah kita pergunakan semua Rp22 Miliar Untuk pembangunan Batching plan sedangkan Rp6 miliar lagi untuk modal kerja sperti pembelian bahan sperti kerikil,pasir,semen dan yang lainya,”Ujar Boenaidi.

Selain itu juga terkait PAD Direktur BUMD PT.Pembangunan Dumai menjelaskan Bahwa pada tahun 2016 yang lalu mereka (BUMD PT.Pembangunan Duamai)belum di beri target Untuk PAD,belum wajib setor,namun pada tahun 2017 ini Pemerintah kota dumai mengajukan target Dari Badan usaha tersebut sebesar Rp 5 miliar.
“Pada tahun 2016 belum diwajibkan untuk setor lalu kita tidak ada ditargetkan untuk PAD namun setelah batchingplan berdiri untuk tahun 2017 kita di targetlan sebesar Rp 5 miliar oleh Pemko Dumai,”jelas Direktur BUMD.PT.Pembangunan Dumai.
Sejauh ini mulai beroprasinya batchingplan semi plat merah tersebut sesuai keterangan direktur Bumd tersebut bahwa batchingplan mereka telah menghasilkan sekitar 7000 ribu kubik hingga bulan februari 2017.
Namum sejauh ini pula sistem kerja sama BUMD PT.Pembangunan dumai khususnya untuk readymix dari batching plan mereka telah melakukan kerja sama kontrak jangka pendek ke Beberapa perusahan seperti PT. Adi karya,PT.PBS,PT.PGA dan PT.Pelindo I Cabang Dumai
Sleian itu pula BUMD PT.Pembangunan Dumai memiliki sekitat 60 orang tenaga kerja
“Dengan jumlah karyawan Kita sebanyak 6o ditambah lagi dengan dana operational dalam satu bulan kita mengeluarkan uang sekitar Rp 150 Juta,”Terang Boenaedi
Sejauh ini pula BUMD yang satu ini yang sempat menjadi perbincangan hangat dan di gadang-gandang sebagi salah satu BUMD yang potensial di kota dumai,namun mulai dari di operasinya batching plan tersebut seperti apa yang telah diutarakan Direktur BUMD Bahwa mereka telah memproduksi sebanyak 7000 kubik dengan satuan harga perkubik antaara Rp 900 Hingga Rp 1 juta Perkubiknya.
Namun sayang dengan modal kerja sebesar Rp 6 Miliar tersebut BUMD PT.Pembanguan Dumai juga melakuka pinjam Kesalah satu Bank yang ada di kota Dumai hal ini disampai Direktur BUMD PT.Pembangunan Dumai.
“Ya Yang namanya Bisnis wajarlah kita melakukan pinjaman dari modal kerja yang tersisa Rp 6 Milyar Belum Menutupi Untuk Operasional Dan gaji karyawan,”terang Boenaidi.
Seyogyanya BUMD memiliki fungsi dan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun agar peran tersebut bisa lebih maksimal, BUMD harus Dikelola berdasarkan prinsip dan kultur korporasi yang sehat,Dikelola oleh manajemen profesional, integritas dan leadership yang kuat, serta memiliki sense of business yang tinggi.
Untuk itu pola rekrutmen dan pola re- munerasi harus dikembangkan sesuai dengan standar korporasi Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), secara konsisten dan berkesinambungan,Mampu terus menciptakan nilai tambah dan inovasi,Siap bersaing di era kompetisi global, dan memiliki kemampuan untuk survive dalam segala kondisi,Memiliki tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility), baik dalam hal kepedulian terhadap lingkungan hidup, pengentasan problem masyarakat sekitar, dan pengembangan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan BUMD membutuhkan keterlibatan yang aktif dari semua pihak, baik Pemerintah, manajemen BUMD, karyawan serta masyrakat luas,namun sebaliknya mampukan BUMD PT.Pembangunan Dunaj Bersaing ditengah gejolak ekonomo saat ini dan Mampukan Memberikan kontribusi sebagai salah salah satu Penyumbang PAD Dengan Targat Rp 5 Milar Pada tahun 2017,dan telah menelan Pernyataa Modal Sebsar Rp 28 Milar.(ckn).
Penulis : Khairul Iwan
Editor : CKN














7 comments