oleh

Beredar Isi Bakso Babi,Pemko Pekanbaru Diminta Perketat Pengawasan

2016-12-23_20-36-26
Roem Diani : Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru

Celahkotanews.com || Pekanbaru –  Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Disperindag, Dinas Kesehatan, dan juga BPOM Pekanbaru diminta perketat pengawasan penjualan makanan di Kota Pekanbaru.

Pasalnya, saat ini warga Kota Pekanbaru sedang dihebohkan isu penjualan bakso yang diduga mengandung babi atau celengan di Jalan Ronggowaristo.

“Yang pertama kita minta masyarakat tidak resah dan langsung mempercayai dulu, karena ini belum ada pembuktian, bisa saja itu persoalan persaingan bisnis saja, dan isu tersebut sengaja dilemparkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menjatuhkan usaha seseorang,” ungkap anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani, saat dikonfirmasi Jumat (23/12/2016).

Selain itu, menurut Politisi PKS ini lagi, Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Disperindag, Diskes, BPOM bahkan MUI harus memperketat pengawasan produk makanan yang beredar di masyarakat.

“Kita tidak bisa berpegang pada isu saja, tapi harus ada pembuktian dan diteliti, serta diumumkan agar masyarakat tidak resah dan pedagang tidak dirugikan,” terangnya.

Bahkan, lanjut Roem lagi, Pemerintah seharusnya jauh-jauh hari sudah bergerak melakukan pengawasan, tujuannya untuk memastikan produk makanan yang diperjual belikan kepada masyakat aman dan halal untuk dikonsumsi bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang mayoritas muslim.

“Kita minta pengawasan diperketat, jangan setelah ada isu baru bergerak, bahkan Pemberian izin usaha juga tidak sembarangan, tetapi harus betul-betul ditelaah secara mendalam terutama dari segi kesehatan dan kehalalan makanan tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu Roem berharap, pemerintah bisa lebih tanggap lagi terhadap perosoalan seperti ini, pengawasan dilapangan harus ditingkatkan.

“Persoalan ini harus jadi pelajaran buat kita semua, pengawasan juga harus ditingkatkan dan berkala, baik yang dilakukan Diskes, Diperindag, BPOM, jangan menunggu ada isu baru kasak kusuk, yang namanya berkaitan dengan makanan sangat sensitif, apalagi penduduk kita mayoritas muslim,” pungkas Roem.

 

Sumber : Halloriau.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed