oleh

April 2017, Minyak Goreng Curah akan Berganti Menjadi Minyak Goreng Kemasan

minyak

CELAHKOTANEWS.COM||DUMAI – Kementerian Perdagangan kembali menunda pemberlakuan kewajiban penjualan minyak goreng sawit dalam kemasan, penundaan berlaku hingga 1 april 2017 mendatang, sebelumnya kementerian perdagangan telah menjadwalkan pemberlakuan kebijakan ini pada 27 maret 2016, informasi ini disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) melalui kabid perdagangan kota Dumai Kamaruddin, meskipun ditunda, masyarakat kota dumai tetap di himbau agar mengkonsumsi serta beralih ke minyak goreng kemasan karena dianggap lebih higienis, sehat serta berkualitas dibanding minyak curah.

Dinas perindustrian dan perdagangan kota dumai akan terus bersosialisasi tentang pemberlakukan kemasan, dengan tujuan agar masyarakat terbiasa dengan kebijakan yang di buat oleh pemerintah ini. Menurut kamar,entah apa alasan masyarakat tetap bertahan dengan minyak curah padahal proses penyaringannya tidak higenis. Kemudian harga antara minyak kemasan dan minyak curah tidaklah berbanding jauh.

peraturan menteri perdagangan (permendag) nomor 9/m-dag/per/2/2016 tentang perubahan kedua permendag nomor 80/m-dag/per/10/2014 tentang minyak goreng wajib kemasan pada 5 februari 2016. Sebelumnya,kementrian perdagangn menerbitkan permendag 80/2014 untuk menjamin mutu dan higienitas penjualan minyak goreng di pasaran. Melalui edaran tersebut, pemerintah melarang penjualan minyak goreng sawit curah di pasaran dan mewajibkan penggunaan kemasan bermerek “minyak kita”.

Kamaruddin membenarkan adanya perubahan dari kementrian perdagangan “seharusnya pemberlakuan minyak goreng kemasan ini sudah di berlakukan sejak 2016, namun disperindag mengikuti alur yang di berikan pusat yang akan memberlakukan minyak goreng kemasan pada april 2107 mendatang” jelas kamaruddin.

Selain minyak goreng sawit, kementerian juga menunda kewajiban penggunaan kemasan untuk minyak goreng berbahan dasar nabati lain dari 1 januari 2017 menjadi 1 januari 2018. Khusus untuk produsen skala usaha kecil menengah, rumah tangga yang memperdagangkan minyak goreng berbahan baku nabati lainnya, penggunaan kemasan minyak harus dipenuhi pada 1 januari 2019.

Perlu di ketahui bahwa indonesia masih menggunakan minyak goreng curah, berbeda dengan negara negara lain yang sudah menggunakan meinyak goreng kemasan, dengan alasan market pasar dari minyak goreng curah ini lebih tinggi dengan harga yang murah dari minyak goreng kemasan, dengan perbandingan skala 70 % berbanding 30 %, sehingga membuat masyarakat dan produsen menggunakan minyak goreng curah, meskipun belum terjamin kehigienisan dari minyak goreng curah ini.

Kepala dinas perindustrian dan perdagangan kota dumai, zulkarnaen melalui kabid perdagangan kamaruddin mengatakan ini merupakan upaya dari pemerintah pusat agar masyarakat selalu sehat dengan menggunakan minyak goreng kemasan, jika menggunakan minyak goreng curah akan terjangkit dengan penyakit, karena minyak goreng curah ini mengalami berkali kali penyaringan, seperti dari tangki besar ke drum lalu ke plastik, sehingga terkontaminasi oleh banyak kuman dan bakteri.

Respon dari masyarakat kota dumai terhadap keputusan pemerintah pusat ini tidaklah terlalu arogan sekali, ada yang pro dan ada juga yang kontra, namun disperindag kota dumai sekali lagi menekankan penggunaan minyak goreng kemasan ini kepada masyarakat kota dumai, yang telah terjamin kehigienisan nya.(ckn)

Editor :ckn
Penulis : Cristinayu Suryani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed