Aku, Ibuku, dan Lina

CelahkotaNEWS149 Views

Aku, Ibuku, dan Lina

Cerita Pendek
Penulis: Izy
CELAHKOTANEWS.COM – Lelaki yang kuyakini akan menjadi nahkoda dalam bahtera rumah tanggaku nanti.

“Sayang,” bisikku pelan, “sampai kapan kamu mau seperti ini terus?” aku mencoba memulai diskusi dengan dirinya.

***

“Sayang, sampai kapan kamu mau seperti ini terus?” pacarku yang cantik kembali menanyakan hal sama untuk kesekian kalinya. Aku menarik napas panjang. Pembahasan ini tidak akan berakhir baik. Tidak akan pernah.

“Kau sudah berumur 25 tahun. Kau berhak mengejar kebahagiaanmu sendiri. Sampai kapan kau mau membahagiakan orang tuamu?” ia kembali menanyakan hal yang sama untuk kesekian kalinya.

“Lina, apakah salah aku membahagiakan orang tuaku? Kau juga ingin membahagiakan kedua orang tuamu kan?” aku juga menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lain, pertanyaan yang selalu menjadi argumenku.

Pacarku, Lina, menarik napas panjang, tampak jelas ia berusaha menahan amarahnya dan tidak menamparku seperti yang ia lakukan tempo hari.

“Andy sayang,” katanya dengan suara lembut. Aku tidak pernah habis pikir, bagaimana seorang wanita bisa dengan cepat mengubah intonasi suaranya.

“Kamu tidak salah ingin membahagiakan orang tuamu, tapi sampai kapan kamu akan mengorbankan kesenanganmu? Kamu berhak bahagia, kamu berhak mengejar impian kamu,” Lina kembali mengeluarkan pernyataan yang sama dan apa yang aku katakan selanjutnya pasti membuatnya meledak, seperti yang selalu terjadi selama 3 bulan terkahir ini.

“Membuat mereka bahagia juga salah satu impianku, sayang,” aku berkata lembut, bersiap menerima amarahnya.

Lina memandangku tajam, tatap matanya menunjukan kesedihan yang tidak pernah aku liat sebelumnya.

“Terus, aku bukan impian kamu?” ia bertanya lirih, air mata mulai menggenang di matanya. Aku merapatkan badanku ke arahnya, mengulurkan tangan kiriku untuk merangkul dirinya.

“Aku butuh jawaban kamu, bukan rangkulan,” Lina berkata ketus sambil menepis tanganku.

“Hidup bersama kamu tuh impian aku. Kami tahu kan sebesar apa rasa sayang aku ke kamu?”

“Bullshit! Kamu bilang kaya gitu dari 2 tahun yang lalu! Mana janji kamu mau nikahin aku? Umur kita semakin bertambah, Andy! Aku sudah cukup bersabar menunggu janji kamu selama 2 tahun! Tapi aku butuh lelaki yang mandiri!” ia mulai berteriak marah kepadaku.

“Aku mandiri! Aku sudah punya pekerjaan! Aku juga sudah punya rumah sendiri! Mobil sendiri!” nadaku pun ikut naik, terpancing sedikit emosiku mendengar amarah Lina.

“Tapi siapa yang menempati rumahmu? Orang tuamu kan? Sudah berulang kali aku bilang, aku tak ingin ada orang lain saat kita menikah nanti,” Lina terisak saat mengucapkan itu semua, “kamu serius ga sih sama aku?” tanyanya lirih.

Aku mengangguk mantap mendengar pertanyaan Lina. Sudah 7 tahun aku berpacaran dengannya dan 2 tahun terakhir ini merupakan tahun terberat untuk hubungan kami. Ia mulai mempertanyakan kapan aku akan menikahinya. Aku mencintainya dengan seluruh jiwaku, tapi aku terbentur dengan orang tuaku. Aku masih memiliki tanggung jawab untuk merawat mereka, namun Lina menganggap aku masih terlalu terikat kepada mereka.

“Kalau kamu serius, buktikan keseriusan kamu. Aku ga minta kamu melupakan orang tuamu. Aku juga ga minta kamu memilih antara aku atau orang tuamu, tapi aku cuma minta satu hal. Please, cari kebahagiaan kamu, bukan untuk aku atau orang tuamu, tapi untuk dirimu,” Lina menggenggam tanganku erat sambil tersenyum.

Aku menatap wajah manisnya. Apa yang ia katakan terngiang dalam pikiranku. Apa yang sebenarnya aku inginkan? Kebahagiaan seperti apakah yang aku inginkan? Aku sudah berumur 25 tahun, namun aku masih tinggal bersama kedua orangtuaku. Tapi apa salah aku mengajak mereka tinggal di rumah yang aku beli, aku rasa mereka berhak menikmati jerih payah anaknya. Tapi mau tinggal di mana aku saat menikah nanti, aku pun tidak ingin ada orang lain tinggal di rumahku saat aku telah menikah. Tidak mungkin aku membeli rumah baru lagi, terlebih tidak mungkin lagi aku meminta kedua orang tuaku untuk pindah kembali ke rumah lama mereka.

Aku tenggelam dalam pikiranku sampai tidak menyadari jika Lina telah mengenakan pakaiannya dan meninggalkanku sendiri di dalam kamar.

***

Aku tidak percaya anakku bisa berkata seperti itu. Aku tidak menyangka ia menganggap aku dan suamiku memberatinya, menahannya untuk menikah. Padahal tidak pernah terucap sedikit pun dari mulutku sebuah larangan.

Aku memang belum setuju dengan wanita pilihannya. Aku merasa bahwa wanita bernama Lina itu terlalu mengatur kehidupan anakku. Semenjak berpacaran dengannya, Andy hampir tidak pernah menghabiskan waktunya bersama kami. Ia memang mengajak kami untuk pindah bersamanya ke rumah baru. Tapi cuma itu, tidak pernah sekalipun ia mengajak kami untuk sekedar makan malam bersama.

Sekarang sudah 5 hari sejak pertengkaranku dengan anakku. Sudah 5 hari pula kami tidak bertegur sapa. Masih aku ingat jelas bagaimana ia berkata dengan penuh amarah bahwa aku menghalangi kebahagiannya. Sakit hati ini mendengar anakku berkata demikian.

Ya Tuhan! Tidak pernah terlintas sedikit pun untuk menghalangi kebahagiaan anakku. Tiap malam aku berdoa agar dirinya bisa bahagia.

Tidak. Aku tidak membencinya karena telah berkata seperti itu, tapi jujur, aku kecewa. Mungkin aku yang salah dalam mendidik anakku, mungkin juga aku memang terlalu mengekangnya dan mengguruinya sampai sekarang. Karena di mataku, ia masih tetap anak bungsuku.

Semalam aku berdiskusi dengan suamiku, kami memutuskan untuk kembali ke rumah lama kami. Bagaimana pun, aku menginginkan anakku bahagia, dan bila ini membuatnya bahagia, aku akan melakukannya.

Nah, ini dia suara mobil anakku.

Dia melintas di depanku tanpa menyapa, tampaknya ia masih kesal denganku. Aku melihat matanya merah saat ia melewatiku tadi dan berjalan menuju kamarnya. Tampaknya ia habis bertengkar hebat dengan pacarnya. Ingin aku menyapanya dan bertanya ada apa. Tapi dia berkata agar aku tidak mengurusinya lagi dan berhenti mencampuri urusannya. Dan bodohnya, aku mengiyakan bila itu memang menjadi kemauannya. Tampaknya di umurku yang semakin tua ini, aku masih belum cukup bijak menjadi orang tua.

Aku pun memutuskan untuk mengingkari janjiku dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai 2.

“Andy,” panggilku lembut sambil mengetuk pintu kamarnya, “boleh mama masuk?”

Pintu kamar pun terbuka, aku melihat Andy kembali berjalan ke ranjangnya dan berbaring di sana memunggungiku. Aku pun berjalan dan duduk si tepi ranjang serta membelai lembut punggungnya.

“Ada apa sayang?” tanyaku lembut. Andy tidak menjawab pertanyaanku. Aku dapat merasakan kegundahannya.

“Kalau kamu ada masalah, kamu bisa bercerita, mungkin mama bisa bantu,” kembali aku berkata lembut.

“Aku putus,” jawabnya singkat. Aku terkejut mendengarnya. Aku pikir mereka akan sampai pada jenjang pernikahan. Sekalipun aku belum setuju dengan Lina untuk menjadi menantuku, aku dapat melihat kalau mereka saling menyayangi.

“Mengapa? Bukannya kalian saling menyayangi?”

“Kami pikir itu yang terbaik, ma. Dia memintaku untuk menikahinya, tapi aku masih ragu. Masih banyak yang ingin aku lakukan untuk mama dan papa.”

“Loh, bukannya kemarin kamu bilang bahwa kami merepotkanmu?” aku bertanya heran dengan perubahan anakku tersebut.

“Iya, tapi setelah aku pikir. Aku akan menjadi durhaka bila aku tidak membahagiakan kalian dan aku tidak mau menjadi anak seperti itu. Lagipula usiaku baru 25 tahun, masih banyak waktu untuk mencari jodoh,” ia berkata sambil tersenyum.

Hatiku mencelos mendengar jawaban anakku. Mungkin benar kata anakku tempo hari, bahwa aku menghalangi kebahagiannya. Senyuman yang ia berikan kepadaku bukan senyuman yang sama saat ia bercerita tentang pacarnya Lina. Senyumannya sekarang merupakan senyuman terpaksa, senyuman yang ia tunjukkan untuk menutupi kesedihannya.

“Ma, maafin Andy ya. Andy uda kurang ajar sama mama. Bilang nyesel jadi anak mama.”

Aku memeluk anakku dan berkata lembut di telinganya, “sayang, kau bisa memutuskan hubungan dengan temanmu, dengan pacarmu, atau dengan istrimu nanti. Tapi kau tak akan pernah bisa memutuskan hubungan dengan ibumu.”

“Iya, maafin aku ma. Aku sayang mama. Selamat hari ibu, ma.”

“Undang Lina untuk makan malam besok, mama ingin bicara dengannya.”

“Hah? Maksud mama?” Andy melepaskan pelukanku dan memandangku heran. Aku hanya tersenyum menjawab rasa penasarannya sambil mengangguk singkat.

Selesaiiii……

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 comments

  1. Nie zwlekaj – zainstaluj aplikację i przyłącz się do Casino Slottica.com Polska, aby poznać świat nieograniczonej mobilnej rozrywki już teraz!

  2. Unquestionably believe that which you said. Your favorite reason seemed to be on the net the easiest thing to be aware of. I say to you, I certainly get annoyed while people consider worries that they plainly don’t know about. You managed to hit the nail on the head. Will probably be back to get more. Thanks

  3. Hello there, just became aware of your blog through Google, and found that it is truly informative. I am going to watch out for brussels. I will appreciate if you continue this in future. Lots of people will be benefited from your writing. Cheers!

  4. A neighbor of mine encouraged me to take a look at your blog site couple weeks ago, given that we both love similar stuff and I will need to say I am quite impressed.

  5. The post is absolutely great! Lots of great info and inspiration, both of which we all need! Also like to admire the time and effort you put into your blog and detailed information you offer! I will bookmark your website!

  6. Top 10 nhà cái uy tín Việt Nam: mm88, Vsbet, 12bet, hb88, tf88, fb88, onbet, i9bet,v9bet, fun88, m88… Đẳng cấp trang cá cược bóng đá, cá độ đăng ký miễn.

  7. Macau club là một cổng game bài đổi thưởng uy tín và chất lượng, với đa dạng sản phẩm cá cược hấp dẫn như: Thể thao, game bài, tài xỉu, lô đề, bắn cá, game slot …

  8. While this issue can vexed most people, my thought is that there has to be a middle or common ground that we all can find. I do value that you’ve added pertinent and sound commentary here though. Thank you!

  9. Great write-up, I am a big believer in placing comments on sites to inform the blog writers know that they’ve added something advantageous to the world wide web!

  10. Nice blog here! Also your web site loads up very fast! What host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my web site loaded up as fast as yours lol

  11. Ustawić hasło do konta. Wybrać walutę głównego salda. Przed zakończeniem rejestracji musisz zaakceptować regulamin kasyna. Aby zalogować się do Vavada, będziesz potrzebować: Login – numer telefonu lub e-mail użyty podczas rejestracji. Hasło – ustawione samodzielnie lub wygenerowane przez przeglądarkę.

  12. Slottica PL zaprasza Cię do świata pełnego emocji i wyjątkowych możliwości wygranej. Nasza platforma, oferująca bonus 25 zł na start bez depozytu, stała się wyborem numer jeden wśród polskich graczy. Według badań przeprowadzonych na próbie ponad 6000 użytkowników, Slottica jest liderem w dostarczaniu najlepszych automatów w Polsce. W naszej bibliotece znajdziesz popularne tytuły, takie jak Fire Joker, Crazy Time, Book of Dead oraz Energy Joker: Hold and Win. Od momentu założenia w 2019 roku zaufało nam już ponad 350 tysięcy graczy. Nasza działalność opiera się na licencji wydanej przez władze Curacao, co gwarantuje pełną zgodność z regulacjami obowiązującymi w Polsce i Europie. Nasz cel? Być realną alternatywą dla Total Casino, oferując lepsze gry i wyższą jakość usług.

  13. Slotica to dynamiczne kasyno w internecie, które zdobyło uznanie graczy w Polsce oraz poza jej granicami. Dzięki swoim unikalnym zaletom jest doskonałym wyborem zarówno dla początkujących, jak i doświadczonych entuzjastów gier hazardowych. Jednym z największych atutów platformy jest pełna obsługa w języku polskim, co ułatwia grę zarówno osobom z Polski, jak i Polakom mieszkającym w Niemczech czy Holandii.Jednym z wyróżników kasyna jest brak konieczności weryfikacji konta, co umożliwia natychmiastowe rozpoczęcie gry. Ekspresowe wypłaty wygranych oraz obsługa popularnych metod płatności, takich jak Revolut, czynią korzystanie z platformy wyjątkowo wygodnym. Co więcej, kasyno akceptuje płatności w polskiej walucie, oferując stawki zaczynające się już od 1 grosza – dzięki temu każdy gracz znajdzie tu coś dla siebie, niezależnie od budżetu.

  14. Tak już jest z ludźmi, że czasem chcą spróbować szczęścia, poczuć adrenalinę, przeżyć coś emocjonującego i, oczywiście, stać się bogatszym. Ale gdzie można znaleźć szansę na wielką wygraną? Oczywiście, że w wirtualnym kasynie w Polsce, które z powodzeniem wyparło tradycyjne salony. Jednym z takich interesujących miejsc jest legalne kasyno online Vavada, które warto odwiedzić przynajmniej raz. Wawada PL jest dostępne online i zachwyca nie tylko oryginalnym wyglądem, ale także prostą nawigacją i zrozumiałym interfejsem. Krótko mówiąc, licencjonowany casino Vavada ma wszystkie pozytywne cechy, które powinno mieć dobre kasyno. Właśnie w tym celu stworzyliśmy ten przegląd, aby użytkownik mógł lepiej zrozumieć, czy warto się tu zarejestrować.