Negara ini Sedang Dalam Fase Terbolak-Balik Yang Benar Dianggap Salah Yang Salah dianggap Benar 

2016-09-03_15.39.27

Celahkotanews.com || Jakarta – Pengamat politik dari Monash Institute Muhammad Nasih mengatakan, Kondisi bangsa dan negara saat ini perlu pembenahan yang mendasar.

Demikian disampaikan Nasih menanggapi berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang dianggapnya belum memenuhi ekspektasi masyarakat.

“Negara ini sedang dalam fase terbolak-balik. yang benar dianggap salah. yang salah dianggap benar. ini yang disebut oleh Ronggowarsito sebagai jaman edan,” kata Nasih di Jakarta, Kamis (01/08/2016).

Menurutnya, Kondisi negara dan bangsa yang saat ini kurang stabil karena adanya kekuatan besar yang tengah mengendalikan negara dan bangsa ini.

“Negara ini telah dikuasai oleh 5 kekuatan jahat:, yakni Penguasa lalim, teknokrat atau birokrat yang tidak punya pilihan, pengusaha hitam atau kapitalis jahat, media bayaran yang membolak-balikkan kenyataan dan intelektual tukang. Makin banyak orang yang menyandang status terpelajar, tapi tidak malu menjual idealisme,” tandas Nasih.

Tak hanya itu, terang dia, Kondisi negara dan bangsa yang sudah sedemikian rupa saat ini karena antar elit sudah terjadi saling sandra antar kekuatan di seluruh rumpun kekuasaan, sehingga semua saling mengamankan.

“Rakyat dan terutama mahasiswa harus disadarkan dari siuman panjang agar mau kembali bergerak merebut kedaulatan mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut Nasih mengatakan bahwa saat ini lembaga-lembaga negara tidak efektif menjalankan tugas dan fungsinya karena dikelola oleh orang-orang yang tak berkompeten.

“Lembaga-lembaga itu akan beres jika diserahkan kepada orang-orang yang tidak bermasalah,” tandasnya.

Untuk itu, kata dia, Masyarakat kedepannya harus jeli dan teliti dalam memilih pemimpin (eksekutif-legislatif).

“Kita ibarat orang yang tersesat dalam perjalanan. Lebih baik kita kembali pulang. Lalu mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk bepergian lagi dengan hati-hati agar tidak tersesat,” ujarnya.

Saat ditanya apa solusi agar bangsa dan negara ini menjadi negara yang kuat dan makmur, Nasih menyarankan agar kembali ke khitohnya.

“Kembali ke UUD 45 asli dulu,” pungkasnya.(Ckn/Net)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment