Celahkotanews.com || Dumai – Telah terjadi kerusuhan di jalan raya Putri Tujuh Dumai. Sekelompok massa terlihat berjalan dari arah Kelurahan Jaya Mukti menuju Kantor Kuning PT Pertamina RU II Dumai untuk melakukan aksi unjuk rasa dan berorasi. Terdengar teriakan, bahwasanya PT. Pertamina sampai saat ini tidak bertanggung jawab terhadap kelangkaan LPG 3 kg, dan masih maraknya pengusaha nakal yang mengoplos LPG 3 kg.
Di kantor kuning, terlihat security yang bertugas bergegas menutup pintu masuk sambil melarang pengunjuk rasa agar tidak masuk ke area perkantoran, sehingga membuat situasi semakin rusuh karena tertahan di depan pintu pagar yang memang menginginkan untuk dapat bertemu langsung dengan pimpinan Pertamina. Dalam waktu singkat jajaran security membentuk formasi bersyaf untuk menghambat massa pengunjuk rasa agar tidak dapat menerobos masuk.
Tidak selang beberapa lama personel dari fungsi Communication & Relations RU II merapat ke posko kantor kuning untuk melakukan negosiasi dengan koordinator lapangan pengunjuk rasa. Sementara itu Section Head Security telah memberi perintah untuk menambah personel security yang tidak bertugas untuk memperkuat pengamanan di pintu masuk perkantoran dan segera meminta bantuan kepada aparat pengamanan terkait dan fungsi terkait agar membantu pengamanan dan antisipasi kelompok massa pengunjuk rasa agar dapat dikendalikan.
Selang beberapa saat, Kapolres Dumai beserta anggotanya tiba di TKP dan langsung mengambil alih pengamanan di luar pintu masuk dan personel security mengamankan di dalam pos pintu masuk, dan menyerukan kepada massa pengunjuk rasa bahwa aksi yang mereka lakukan pada hari ini tidak ada pemberitahuan kepada Polres Dumai, sehingga aksi ini dianggap illegal, dan apabila dalam waktu satu jam massa tidak membubarkan diri maka dengan sangat terpaksa petugas akan mengambil tindakan tegas.
Terlihat Kapolres beserta Head of Communication & Relations dan Section Head Security mencoba berkoordinasi dengan koordinator pengunjuk rasa agar tidak anarkis dan mencoba memediasi agar apa yang diinginkan kelompok massa dapat tersalurkan. Maka, didapatlah kesepakatan untuk menunjuk empat orang perwakilan dari kelompok pengunjuk rasa masuk ke kantor CommRel yang dikawal oleh Polisi dan Security, sementara itu massa yang berada di luar pintu pagar terlihat menyerukan orasi dan nyanyian sembari menunggu hasil negosiasi.
Mengikut hasil negosiasi yang ternyata gagal, massa unjuk rasa berubah menjadi semakin anarkis, terjadi lemparan dan aksi dorong dan huru-hara dari pengunjuk rasa kepada petugas, bahkan terjadi penyanderaan Truk LPG.
“Ayo lempar…lempar…mana batu, kayu…! Biar mati sekalian,” demikian teriakannya.
Terdapat korban luka akibat lemparan pengunjuk rasa, dengan sigap petugas terdekat menghubungi petugas Pertamina Hospital Dumai bahwa ada petugas pengamanan yang terluka dan butuh penanganan medis. Selanjutnya, dilakukan penanganan oleh Tim Pengendalian Massa (Dalmas) sampai massa pengunjuk rasa berhasil dibubarkan setelah Tim Dalmas melakukan penangkapan terhadap dua orang provokator untuk diamankan.
Skenario tersebut hanyalah simulasi keadaan darurat yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) RU II Dumai sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat di kantor kuning. Simulasi keadaan darurat yang dilaksankaan rutin setiap tahunnya ini terdiri dari tiga skenario yaitu aksi unjuk rasa, negosiasi, dan aksi anarkis.
PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar internasional dalam pelaksanaan operasional dan tatakelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama.
Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dengan kualitas pelayanan publik. Dengan 57 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan Pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain. Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.(ckn)
Editor : Ckn
Sumber : Humas Pertamina RUII Dumai










In the market for well-priced coverage structures? Scan this summary: Compare several plan choices to get lower rates in this insurance cycle.