Berita Terbaru Celoteh Pak Usu

Terjebak Dalam Lingkaran Politik.

th(57)
Ilustrasi 

Celahkotanews.com || Dumai – Dunia ini penuh sandiwara, juga penuh perangkap dan jebakan dimana-mana. Orang yang baru saja menginjak masuk ke dalam dunia Politik dan tidak tahu politik dan dapat dimamapaatkan politik sering tidak menyadari,dirinya terjatuh ke dalam lembah yang tak berdasar itulah yang kita sebut sebagai perangkap kehidupan.

Setan-setan politik yang datang mencekik,Walau di masa paceklik tetap mencekik. Apakah selamanya politik itu kejam, Apakah selama dia datang ‘tuk menghantam, Apakah memang itu yang sudah digariskan.
Menjilat, menghasut, menindas, dan memperkosa hak-hak sewajarnya.

ITULAH sepenggal syair yang dilantunkan Iwan Fals sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Kita mungkin lupa atau memang tidak paham dengan makna yang terkandung dalam syair tersebut.
Padahal, kita sebagai masyarakat Kota dumai umumnya (bangsa Indonesia, red) banyak terkecoh dengan namanya politik yang kerap menyengsarakan jutaan kepala tak berdosa. Namun, kita semua tidak sadar, bagai air mengalir hanyut dalam cengkeraman politik.

Pasangan calon kepala daerah begitu tenang dan dapat tidur dengan nyenyaknya. Namun, simpatisan dari semua pasangan calon saling menghasut dan saling Bepraduga. Bahkan, tak urung saling baku hantam demi jagonya menang dalam pertarungan politik.
Tanpa sadar, kita semua dibodohi dengan politik yang tidak pernah berkata jujur. Padahal, jika kita mau merenungi sejenak tentang politik, niscaya tidak akan ada masyarakat yang merugi, karena kalah atau menang sang jagonya.
Apakah memang politik itu kejam ataukah kita yang bodoh? Padahal, politik kerap mencari kambing hitam agar seseorang dinyatakan bersalah.
Jika kita mau berpikir cermat, suksesnya suatu pemilihan bukan karena lancarnya suatu pemilihan. Tapi, terciptanya suasana yang kondusif, aman, nyaman. Tanpa, saling menjilat, menghasut, menindas, dan memerkosa hak-hak sewajarnya. Hingga tak berbuntut pada saling sikut dan saling baku hantam antarsaudara, teman, dan tetangga.
Ironisnya lagi, usai pemilihan terkadang antarsesama saudara, teman, dan tetangganya tidak saling tegur sapa lagi, hanya karena beda pilihan.
Kita semua dan saya sendiri bertanya dalam hati apakah bisa politik itu jujur dan berkata dengan sebenarnya. Lalu, apakah orang tau apa yang bakal terjadi nanti setelah salah satu pasangan calon menang.
Apakah mereka yang dengan solidaritas tinggi berjuang demi jagonya menang, bisa dilirik kembali dan diangkat derjatnya, mungkin. Kita semua tidak tahu. Sebab, politik sulit diterka.

Tak menapik lagi ditengah hiruk pikuk dan carut marut Suana menjelang pleno Kpu Kota dumai Dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015, Hal – Hal yang janggal mulai bermunculan,nah disinilah Para yang menamakan diri Mereka mengerti Politik Ujuk gigi seolah merekalah yang berjuang,namum hal ini tanpa disadari hal ini juga telah bayak merugikan banyak orang,tak pelak pula bagi mereka yang terjebak  dalam arus politik tersebut dengan pengetahuan setengah politik sehingga di bodohi Para elit Poltik.(0″)

Khairul iwan

Related posts

Lestarikan Sungai Dumai

Celahkotanews

Walikota Dumai Semprot Sejumlah SKPD Yang Tak Bisa mewujudkan Visi dan Miisi Guna Membenahi Kota Dumai.

Celahkotanews

Bahaya…Tak Kantongi Izin Pabrik Mie Mengandung Borak Tetap beraktifitas 

Celahkotanews

Leave a Comment