Kesal, Pelayan RORO Rupat Dumai Setengah Hati

th(3)
“Kita heran juga, katanya KMP Tasik Gemilang belum lama melakukan ini didocking, tapi kok ada surat-menyurat yang mati, sehingga tidak dibenarkan berlayar oleh syahbandar. Entahlah, tak tahu siapa yang benar,”

Celahkotanews.com || Bengkalis – Demi memberikan dukungan terhadap arus transportasi masyarakat pulau Rupat. Dengan keberadaan very Roro penyeberangan Rupat- Dumai diharapkan bisa mendongkrak perkembangan masyarakat dan wisata bahari Rupat dan mengangkat tatap ekonomi masyrakat sekitar.

Tetapi sangat disayangkan, sejak beberapa tahun silam penyebrangan Roro di pulau rupat yang menghubungkan Kota Dumai tidak begitu maksimal, karena hanya dilayani dengan kapal Roro satu unit.

Sementara, Pemkab Bengkalis sejatinya berkeinginan memberikan pelayanan yang baik, termasuk menyediakan kapal veri penyeberangan Dumai-Rupat bukan dibawah wewenang Bengkalis tapi malahan wewenang Provinsi Riau. Dan kapal feri dan teknis pelayanan lainnya dikabarkan dibawah kendali ASDP.

“Terserah siapa atau instansi mana yang mengelola penyeberangan Dumai-Rupat, yang kita inginkan arus penyeberangan lancar tidak seperti sekarang ini. Kalau tetap seperti ini, sulit pulau Rupat akan
berkembang terlebih lagi pariwisata baharinya,” kata Khairudin tokoh pemuda Rupat, Minggu (24/1/16).

Dia menuturkan untuk hari-hari biasa arus penyeberangan memang hanya diramaikan oleh kendaraan roda dua dan sejumlah truk pengangkut sawit serta komoditi lainnya. Tetapi untuk hari-hari tertentu, pada musim libur atau Sabtu-Minggu ramai dikunjungi orang yang akan berniat datang ke Rupat.

“Moment tertentu seperti ini mestinya bisa disiasati, jangan sampai pengngjung menunggu antrian berjam-jam dipelabuhan Roro Dumai atau Rupat,”ujarnya.

Diceritakan Khairuddin bahwa Pemkab Bengkalis memang mengirim satu unit kapal KMP Tasik Gemilang untuk melayani penumpang. Namun sangat disayangkan kapal milik Pemkab Bengkalis tersebut tidak dibenarkan berlayar karena ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi.

“Kita heran juga, katanya KMP Tasik Gemilang belum lama melakukan ini didocking, tapi kok ada surat-menyurat yang mati, sehingga tidak dibenarkan berlayar oleh syahbandar. Entahlah, tak tahu siapa yang benar,”sindirnya.

Selain itu, dengan persoalan penyebrangan Dumai-Rupat, ia berharap kepada anggota DPRD provinsi riau Dapil Bengkalis-Dumai agar serius menanggapi hal tersebut. Paling tidak ada kapal yang lebih besar beroperasi di lintas Dumai-Rupat, selain itu tripnya juga ditambah.

“Kalau memang kewenangan ini berada di tingkat Provinsi, kami minta bapak-bapak dewan asal Bengkalis-Dumai yang di Provinsi mohon diperjuangkan ini. Kalau tetap seperti ini, sampai kapanpun pulau rupat dengan destinasi pantai yang kita bangga-banggakan itu tidak akan berkembang,”ungkapnya berharap.(rg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Ping-balik: local sluts