Berita Terbaru Hukrim

Kerjasama BC Dumai, 268 Kg Sabu Disita

BNNBongkarCelahkotanews.com || HUKUMAN mati bagi pengedar narkotika seperti tidak membuat gembong narkoba takut. Masih banyak juga yang berusaha memasukkan narkotika ke Indonesia.

Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Bea Cukai Dumai mengungkap upaya penyelundupan 268 Kg sabu-sabu yang diangkut sebuah truk di pergudangan Jade City Square Jalan Yos Sudarso, Medan, Sabtu (17/10).

Humas BNN Kombespol Slamet Pribadi membenarkan bahwa ada penangkapan 268 Kg sabu di Medan. Sabu itu berada dalam sebuah truk yang diangkut dari gudang di Dumai menuju ke Jade City Square. ‘’Penangkapan tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB,’’ ujarnya.

Lebih lanjut menurut keterangan petugas BNN, cara mengemas sabu-sabu yang dilakukan jaringan ini dengan menyembunyikan sabu-sabu dalam sejumlah tabung filter air. Tabung-tabung ini berada dalam 45 kotak kardus yang dibawa truk bernomor polisi B 9798 UYT.

Slamet masih belum bisa memberikan keterangan pasti darimana sumber barang bukti berupa sabu-sabu terebut berasal namun dugaan sementara barang haram tersebut berasal dari Malaysia.

‘’Ya, memang disembunyikan agar tidak ketahuan, kami masih dalam penyelidikan lanjutan. Ini baru sehari, kami masih kejar yang lain. Kasihan petugas yang mengejarnya kalau informasinya bocor,’’ tegas Slamet.

Slamet menegaskan tim BNN masih berupaya mengejar pelaku penyelundupan lainnya. Bila semuanya diungkapkan, dia khawatir akan menganggu proses penangkapan yang dilakukan timnya tersebut.

BNN sudah berulang kali berhasil mengungkap penyelundupan narkotika ke Indonesia. Yang terbesar, lembaga yang dipimpin Budi Waseso itu mengungkap penyelundupan 800 Kg sabu yang dimasukkan dalam bungkus kopi untuk mengelabui petugas.

Amankan Empat Orang
Selain supir truk berinisal SU (42) mengaku dirinya hanya bertugas sebagai pengantar barang. BNN juga mengamankan tiga tersangka lainnya dari dalam gudang yang mereka gerebek. Dari dalam gudang penyimpanan narkoba, petugas menangkap 3 orang lainnya berinisial, T (38) warga Kampung Bahari Martubung, Medan Labuhan, Z (30) dan D (28) warga Tuntungan.

Sejumlah warga setempat mengaku tidak mengetahui adanya penggerebekan narkoba di lokasi tersebut. Selama ini sebutnya, gudang dimaksud tampak sepi dan hanya beberapa orang yang terlihat.

“Kami nggak tahu adanya penggerebekan narkoba di gudang itu. Karena selama ini terlihat sepi,” tutur, Meliani warga sekitar.

Diduga Jaringan Internasional
Slamet Pribadi mengatakan bahwa operasi ini bisa dibilang terbesar untuk wilayah Sumut. “Iya benar, tadi siang (kemarin-red) ada operasi di Medan,” katanya.

Slamet menyebutkan resminya jumlah barang bukti yang berhasil disita dari sebuah gudang di Jade City Square sebanyak 268 kg yang disimpan dalam 45 dus. Operasi ini menurutnya berhasil dilakukan setelah satgas BNN membuntuti pelaku dari Dumai, Provinsi Riau.“Iya dari Dumai dibuntuti. Mereka ini jaringan internasional. Sejauh ini tersangka ada dua orang, inisial NT dan J, WNI,” tambah Slamet.

Demi pengembangan operasi tersebut, Slamet masih enggan mengungkap jaringan internasional yang berhasil memasukkan ratusan kilogram barang haram itu ke Medan. Termasuk, asal muasalnya. “Ini masih pengembangan, tertutama pengungkapan jaringannya,” pungkas Slamet. Semua barang bukti dan tersangka dibawa ke Jakarta, akan ditangani BNN langsung.

Related posts

Dumai Panas , Wawako Ingatkan Waspada Karlahut

Celahkotanews

Ini Baru Pasang Keling,Kalau  Pasang Negro Macam Mana..?

Celahkotanews

Jelang Nataru Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Sapa Penumpang

Celahkotanews

Leave a Comment