Berita Terbaru Hukrim

Kapolda Riau Di Tuding Beking Judi

41Daus B-dau

Polisi usut pemasangan Spanduk

Celahkotanews.com || PEKANBARU – Masyarakat Kota Pekanbaru dibuat heboh dengan ditemukannya tiga buah spanduk terpasang di tiga titik jalan protokol Pekanbaru, pada hari Rabu (6/10/2015).

Mengejutkannya, dalam spanduk tertulis kata-kata tudingan terhadap Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, terkait dengan penanganan kasus Gelanggang Permainan (gelper) yang diindikasi sebagai ajang perjudian.

Dalam hal ini, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru mengambil langkah penyelidikan terkait dengan spanduk yang menuding Kapolda Riau
tersebut. Kasatreskirm Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Rabu (7/10) mengatakan, pihaknya telah mengamankan tiga buah spanduk yang
terpasang ditiga titik, diwilayah Pekanbaru.

“Ada tiga spanduk yang sudah kita amankan, terpasang di flyover Jalan Sudirman – Jalan Tuanku Tambusai, flyover Jalan Sudirman – Jalan H Imam
Munandar (Harapan Raya) dan di Jalan Gajah Mada,” ujar Bimo.

Dijelaskan Bimo, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidkan untuk mengungkap siapa pelaku yang telah memasang spanduk-spanduk yang telah
mencemarkan nama baik instansi kepolisian dan mengungkap aktor intelektual dibalik pemasangan spanduk yang bersi tudingan terhadap orang nomor satu di Kepolisian Riau tersebut.

“Kita akan selidiki siapa pelaku yang memasang spanduk dan mencari aktor intelektual dibalik penyebaran fitnah yang telah menjatuhkan marwah institusi
Kepolisian Riau,” jelas Bimo.

Diungkapkannya, bahwa dugaan pelaku yang menyebar tudingan tersebut identitasnya sudah dikantongi dan kini sedang dilakukan pengembangan

mencari tahu aktor intelektualnya. Ada dugaan, unsur pihak ketiga yang sengaja mencari keuntungan dibalik mencuatnya penangan kasus Gelanggang Permainan (Gelper) yang diindikasi terdapat praktik perjudian.

“Kita sudah kantongi identitas yang diduga pelaku yang memasang spanduk tersebut, serta kita akan kembangkan lagi untuk ungkap aktor intelektualnya. Kita menduga ada ketiga yang sengaja mencari keuntungan dibalik penganan kasus gelper tersebut,” ungkapnya.

Mengenai penangan gelper yang kini mencuat dan berujung pada aksi saling tuding terkait lemahnya penganan terhadap gelper di Pekanbaru, Bimo
menegaskan, penertiban dan penangan gelper masih perlu kajian mendalam. Pasalnya, yang mengeluarkan izin tersebut adalah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan dalam penertibannya bukanlah wewenang pihak kepolisian.

“Kita bisa melakukan penertiban begitu saja, yang mengeluarkan izinnya Pemko. Pihak Pemko lebih berhak untuk melakukan penertiban dan mengambil
tindak terhadap gelper yang diindikasi adanya praktik perjudian didalamnya. Kita sudah lakukan penyelidikan kasus gelper dan selalu mentok di kejaksaan sampai P19,” tuturnya.
Terkait tudingan bahwa pihak kepolisian ada bermain (bekingi) para pengusaha gelper tersebut, Bimo mengatakan bahwa polisi tidak pernah membekingi

usaha gelper di Pekanbaru. Pemko diminta lebih bijaksana dalam penganannya dan kasus gelper ini harusnya dibahas secara bersama dengan instansi dan institusi yang benar-benar terkait dalam hal gelper tersebut.

“Jangan kita saling menyalahkan dan saling tuding, Pemko harusnya lebih bijaksana. Masalah pembuktian gelper ini, harus dibahas secara bersama dengan pihak-pihak terkait, termasuk, polisi, MUI, dan Pemko itu sendir, karena yang memberikan izinnya adalah Pemko,” tegas Kasat.(hr/ckn)

Related posts

Penting! Dana BOS Sudah Cair, Wali Murid di Riau Diminta Ikut Awasi Penggunaannya

Celahkotanews

Derita Donwori Punya Calon Istri Hobi Hohohihi dengan Selingkuhan

Celahkotanews

10 Bangunan Milik Warga di Desa Empat Balai,Kuok, Kampar Porak-Poranda diTerjang Angin Kencang

Celahkotanews

Leave a Comment