Berita Terbaru Celoteh Pak Usu

Juru Parkir Diusia Senja

CelahkotaNews.com || Dumai – Seperti tak pernah mau pisah dari badannya seolah telah serasi baju dongker lusuh tetap melekat sebagai tanda bahwa beliau adalah seorang juru parkir di jalan sukajadi Kota Dumai.

Baju itu seolah doa akan rindu pada kehidupan ini,tubuh kurus dibalut kulit tipis,tampak begitu angkuh,Mencaci hangatnya mentari siang.Pengorbanankah namanya hingga bapak tua ini rela tinggalkan hangatnya rumah.Hanya untuk satu kata bernama tanggung jawab

Tatap matanya begitu santai seolah kehidupan hanya permainan lembar demi lembar uang seribuan dari mobil-mobil serta sepeda motor yang pergi ijaganya diterimanya dengan senyum ikhlas.

Ia kembali duduk sejenak dan larut dalam lamunan dibalik seuntaian pikiran jauh di lubuk hatinya begitu tenang ia nikmati sisa hidup ini meski mwjadi seorang juru parkir.

Meski penuh keterbatasan, namun tetap bersemangat.Itulah yang tercermin dari dirinya. Menjadi juru parkir di usia senja, tak membuat dirinya berkecil hati atau patah arang dalam menjalani kehidupannya. Justru lebih mencerminkan semangat tanggung jawab yang sejati.Meski terik Mentari yang seakan menggores kulit hingga harus mengeluarkan keringat dari sekujur tubuh.

Apa yang kita raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila ada keyakinan pada tujuan dan jalan kita, maka kita harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha.

Ketekunan adalah kemampuan untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan harus tetap mengambil langkah selanjutnya, Jangan hanya berhenti di langkah pertama.

Memang semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin kita berhenti, maka kita tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri kita. Apa pun yang kita lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan.

Karena ketekunan adalah daya tahan,Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus mulai dari rumah.

Rumah yang paling baik adalah hati. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan dengan memajukan hati kita , kemudian pikiran dan usaha-usaha.Ketekunan hadir bila apa yang kita lakukan benar-benar berasal dari hati.

Banyak dari kita menganggap bahwa yang bersedekah harus orang yang kaya atau orang yang memiliki harta yang berlebih. Namun sebenarnya tidak seperti itu, setiap harta yang kita miliki bukan sepenuhnya menjadi rezeki kita, namun didalamnya ada hak-hak fakir miskin, anak yatim, dll. Hak-hak tersebut bisa kita salurkan lewat sedekah.(redaksi)

Sumber : Segala sumber
Foto : Sahabat Berbagi Dumai

 

Related posts

Sat Brimob Banten, Lakukan Sterilisasi dan Amankan Kegiatan Ibadah Gereja

Celahkotanews

Tiga Makanan Bantu Hilangkan Stres

Celahkotanews

SOSIALISASI BIDANG PERIKANAN DAN WILAYAH LAUT GUNA ATASI PELANGGARAN PERBATASAN DAN ANARKHIS SESAMA NELAYAN 

Celahkotanews

Leave a Comment