Berita Terbaru Lingkungan

Galian C Disebut Ada Penunggu Ular Tikar Berkilau Emas,Renggut Dua Korban

riaugreen_Renggut-Dua-Korban--Kolam-Bekas-Penambangan-Galian-C-Disebut-Ada-Penunggu-Ular-Tikar-Berkilau-Emas
FOTO NURAT: Kedua Korban mereggang nyawa saat berenang di Kolam bekas Penambangan di Simpang Pipa Air Bersih.

Celahkotanews.com || Mandau || Kolam bekas Penambangan Galian C, Matrial Pasir kembali merengut 2 korban jiwa. Kedua korban yang masih duduk di Sekolah Dasar tenggelam saat mandi di kolam eks Tanah Brovit di Jalan Pipa Air Bersih-Duri.

Kedua Korban warga Tegal Sari Ujung salah seorang bernama Igbal (Kelas 6 SD), dan temannya Pijit, Saat kejadian Pihak Polsek turun ke TKP, bersama warga mencari dan manganggkat korban, Namun di lokasi TKP tidak didapati Police Line, Minggu (21/12).

Menurut pengakuan Buyung,  Usaha penambangan pasir ini dulunya milik Alm.Aripin (Ketua LMB/Laskar Melayu Bersatu), setelah bersangkutan meninggal dunia diteruskan dia (red, Buyung bersama istri).

“Saya hanya meneruskan, dulunya beliau yang bawa saya kemari, selama ini bekerja berdua bersama istri, tidak ada anggota,” tutur Buyung asal Rohul ini.

Usaha penambangan ini ditangani sejak tahun 2009, namun sekitar 5 bulan yang lalu tidak lagi diteruskan berhubung sekeluarga mengalami sakit sakitan.

“Sudah hampir 5 Bulan berhenti, mungkin ini merupakan tanda tanda, padahal sering saya melarang warga/anak anak yang hendak mandi /berenang,” imbuhnya.

Penuturan Buyung, tempat tersebut ada penghuninya berupa seekor Ular Tikar Berkilau Emas, terkadang menampakkan diri.

Bila hal ini terjadi kerap air kolam berbuih dan bergelombang,terkadang malam hari terdengar suara tangisan. Hal ini sering terdengar oleh Buyung sekeluarga.

Dilanjutkannya, saat kejadian terjadi, sekitar pukul 15.00 WIB (Minggu), Ia (red,Buyung ) sedang tertidur, sedangkan sang istri lagi mencuci kain, sehingga merasa heran saat warga berdatangan, dan merasa kaget ada kejadian.

“Tidak tahu kedatangan mereka lagi tertidur, itu bekas galian lama, yang dibersihkan H Nulis, yang hendak memersilkan/menjual areal tersebut (eks pekerjaan Brovit),” jelas Buyung.

Akibat adanya Galian yang berubah menjadi Danau kedalamannya 2 M, tempat ini kerap dijadikan tempat permandian/berenang oleh Anak-anak dan berphoto.

Dari Pantauan di Kecamatan Mandau banyak beroperasi Galian C/penambangan Pasir tanpa ada pegawasan dari Dinas Kecamatan. Hal ini telah sering menjadi perhatian waga terlebih, bagi yang memiliki anak di bawah umur.

“Sudah ada Surat Pernyataan Keberatan agar kolam itu ditutup, sangat risau terhadap anak anak,” ujar ibu-ibu warga setempat.

Bahkan Galian C di daerah Kopilapit (Kelurahan Pematang Pudu) terdapat galian yang menghambat pembuatan Jalan Lingkar Barat.

Seorang pemerhati lingkungan Misman, berkomentar, hal ini sudah sangat perlu penertiban, banyak korban nyawa yang sudah melayang akibat penambangan Ilegal yang tanpa pengawasan.

“Harus ada penertiban, selama ini mereka hanya memiliki perizinan tingkat RT maupun Desa, bila penting perlu ketegasan,” tegas warga ini.(rg)

Related posts

Isteri Mantan Gubernur Riau Jabat Ketua DPRD Riau

Celahkotanews

Prioritaskan Anak Terdekat, Sistem Zonasi Wajib diTerapkan 90 Persen Dalam PPDB 2018

Celahkotanews

Kementerian PUPR Akan Desain Ulang Jalur Kereta Api Pekanbaru-Dumai

Celahkotanews

Leave a Comment