
Celahkotanews.com || Rohil – kemiskinan masih saja melanda masyarakat seribu kubah rohil teraebut,bagai mana tidak rohil dengan APBD yang cukup besar masih belum mampu untuk menekan angka kemiskinan,dan masalah kesehatan.
Roni (2), bocah malang hanya bisa terbaring di Rumah sakit umum daerah Dr Pratomo, Bagansiapiapi, dengan kondisi yang memprihatinkan, sesekali bocah malang penderita Gizi buruk meringis menahan rasa sakit saat menggerakan tubuhnya, keadannya yang kurus dan perutnya yang membesar ditambah lagi penyakit TB Paru membuat Roni sulit bernafas.
Anak pasangan dari Rina dan Sukardi, warga jalan SMAN 2 Bagan Hulu, Kecamatan Bangko harus dirawat secara intensif di RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi. Dia dirawat karena menderita kekurangan gizi yang mengakibatkan hilangnya kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai penyakit lainnya.
Saat ini Roni dirawat di ruang perawatan Plamboyan kelas III. Ia dirawat sudah sejak tiga hari lalu. Selama dirawat, Roni hanya ditemani sang ibunda. Sedangkan sang ayah kini melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah tiga hari anak Roni di rawat di sini Bang. penyakit Roni bermula muntah-muntah, badannya panas lalu kami bawa ke rumah sakit, kata dokter spesialis anak, anak kami menderita penyakit kekurangan gizi dan TB paru-paru,” kata Rina.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi, dr Tribuana Tungga Dewi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat (8/4/2016), menjelaskan, bahwa si bocah tersebut bukan menderita penyakit gizi buruk melainkan menderita kekurangan gizi atau dengan bahasa kedokteranya Mal Nutrisi.
“Sebelumnya anak ini pernah di rawat di sini tepatnya sekitar 6 bulan lalu dengan kasus yang sama yakni kekurangan gizi dengan hasil pemeriksaan ronsen anak ini juga mengidap penyakit Tibi (Tubercle Bacili). Saat itu kedua orang tuanya di anjurkan untuk memberikan anaknya obat selama 6 bulan penuh.Ternyata hanya 3 bulan saja obat di berikan ke anaknya dengan alasan putus obat,” kata Tri.
Saat ini, lanjut tri, ada tiga keluhan penyakit yang dialami bocah tersebut diantaranya batuk, demam yang di sertai mencret.
“Selaku pihak rumah sakit sebagai tugas dan fungsi, kami memberikan perawatan terhadap anak ini sesuai dengan penyakit yang ia derita seperti pemberian F75 sebanyak 100 cc per tiga jam. Dimana obat ini manfaatnya untuk menambah berat badan si anak mengingat berat badanya menurun drastis akibat beberapa penyakit yang ia derita,” ungkapnya.
Tri menambahkan, pihaknya akan melakukan perawatan kepada Roni sampai sehat. Akan tetapi, katanya sekarang kembali kepada orang tua pasien.
“Anjuran kita, kedua orang tuanya juga harus di periksa karena si bocah ini selain menderita beberapa penyakit yang di jelaskan tadi juga menderita penyakit TBC. Ada kemungkinan orang tuanya juga punya riwayat TBC, karena TBC ini adalah penyakit menular. Dan bisa saja dari orang tua di tularkan ke anaknya,” papar Tri. Selama perawatan, kata Tri, Roni akan diberikan makanan bergizi tinggi, seperti tingi kalori dan tinggi protein.
Terkait dengan pasien tersebut tidak memiliki BPJS, Tri berjanji akan berupaya membantu jika mereka benar-benar tak mampu. Namun dengan catatan ada surat keterangan tidak mampu dari lurah yang di ketahui camat setempat.
“Kita tak bisa sembarangan membantu orang mengunakan dana rumah sakit. Nanti kita di periksa dan di tanyakan kemana uang rumah sakit kita juga yang repot. Tapi kalau jelas peruntukannya untuk membantu pasien susah dengan di lengkapi surat keterangan tidak mampu kita bisa mempertangungjawabkanya,” sebut Tri.
Sementara itu sang Bunda Rina, hanya bisa menahan tangis dan sedih dengan kondisi yang dialami anaknya dia mengatakan pasrah,karena tak bisa lagi mengobati anaknya, Sebab, untuk biaya makan saja keluarga ini sangat kesulitan, keluh Rina.(C1)













