CelahkotaNEWS.com – Vivo X300 Pro ini kelihatan mirip banget sama pendahulunya. Tapi begitu dipakai, rasanya beda total.
Menjadikannya sebagai ponsel harian, kelebihan Vivo X300 Pro bukan cuma kameranya saja yang makin jago, tapi juga sistem operasi OriginOS 6 yang ramah banget buat pengguna MacBook. Ya, selain kamera, sistem operasi ini memang sudah lama dinanti-nantikan oleh pengguna Vivo di luar China yang kecewa dengan kinerja Funtouch OS.
Dibanderol dengan harga Rp18,9 jutaan,
Vivo X300 Pro jadi smartphone lainnya yang ditenagai MediaTek Dimensity 9500, chip yang jadi pesaing dekat Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset 3nm ini membawa konfigurasi CPU all big core, yang semuanya terdiri dari prime-core dan performance-core.
Susunan CPU-nya terdiri dari 1x prime-core C1-Ultra pada kecepatan 4,21 GHz, 3x performance-core C1-Premium pada kecepatan 3,5 GHz, dan 4x performance-core C1-Pro pada kecepatan 2,7 GHz.
Di sektor grafis, tersedia GPU Arm G1-Ultra serta NPU 990 generasi kesembilan untuk pemrosesan AI. Unit Vivo X300 Pro yang kami review memiliki RAM 16 GB LPDDR5X dan penyimpanan 512 GB UFS 4.1. Lalu, seberapa kencang performanya?
Kami melakukan beberapa tes, berikut hasilnya:
- AnTuTu Benchmark v11: 3.273.889 poin
- Geekbench 6 CPU: 3.109 poin (single-core), 9.046 poin (multi-core)
- Geekbench 6 GPU: 22.753 poin
- 3DMark Wild Life Stress test: 15.217 poin (best loop), 7.194 poin (lowest loop), stability: 47,3 persen
- 3DMark Wild Life Extreme Stress Test: 6.269 poin (best loop), 2.503 poin (lowest loop), stability: 41,5 persen
Di AnTuTu Benchmark, skor lebih dari 3,2 juta poin jelas menempatkannya di jajaran elit smartphone terkencang saat ini, walau belum sengebut ponsel bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 5, seperti iQOO 15 atau Poco F8 Ultra yang tembus di atas 3,8 juta poin.







