Update Banjir Sumatera: 1.167 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Politik57 Views

CelahkotaNEWS.com – Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah hingga memasuki pekan kelima setelah kejadian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera mencapai 1.167 orang per Ahad, 4 Januari 2026. Angka tersebut bertambah 10 orang dibandingkan data sehari sebelumnya, Sabtu, 3 Januari 2026. Seluruh tambahan korban jiwa tersebut berasal dari Provinsi Aceh.

Aceh menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak akibat bencana ekologis tersebut. Dari total korban jiwa di tiga provinsi terdampak, sebanyak 540 orang tercatat berada di Aceh.

Bencana banjir dan tanah longsor melanda 18 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Selain korban meninggal, BNPB mencatat 31 orang masih dinyatakan hilang, sementara sekitar 233 ribu warga masih mengungsi.

Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 365 jiwa. Angka ini berpotensi bertambah karena masih terdapat 60 orang yang belum ditemukan, tersebar di 18 kabupaten dan kota.

Sementara itu, di Sumatera Barat, korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor mencapai 262 orang. Sebanyak 10,8 ribu warga masih mengungsi dan 74 orang lainnya belum diketahui keberadaannya.

Dampak bencana yang meluas di wilayah Sumatera juga mengakibatkan kerusakan besar pada permukiman warga dan infrastruktur. BNPB mencatat sebanyak 178.479 rumah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

Selain rumah warga, bencana juga merusak 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, serta menyebabkan 34 jembatan dan 81 ruas jalan terputus.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tim pencarian dan pertolongan gabungan akan terus melanjutkan operasi pencarian. Fokus pencarian diarahkan ke lokasi-lokasi yang telah diidentifikasi sebagai titik potensial ditemukannya korban.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Ia menegaskan anggaran pembangunan hunian tersebut telah disiapkan.

Presiden juga berencana membentuk badan atau satuan tugas khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Namun, pemerintah memutuskan tidak menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional.

Menurut Prabowo, pemerintah masih mampu menangani dampak bencana tersebut. “Ini tiga provinsi dari total 38 provinsi. Jadi situasi masih terkendali, saya monitor terus,” ujarnya.