oleh

Terkait Status Siaga Darurat, Kalaksa Sebut Pihaknya Akan Segera Rapat Bersama Walikota

celahkotaNEWS.com || DUMAI– Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Kota Dumai, mengaku Kondisi kebakaran hutan dan lahan sampai 11 Januari 2020 mencapai 19,5 Ha dengan lokasi terbesar di Kecamatan Sungai Sembilan 18 Ha yaitu Kelurahan Lubuk gaung dan Bangsal aceh.

“Untuk Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Dumai,” katanya, Minggu (12/1/2020).

Ia menambahkan, Tim Satgas Darat berupaya terus memadamkan dengan segenap unsur baik BPBD, TNI Polri, Kecamatan Kelurahan, RPK Perusahaan dan MPA di wilayah terdampak.

“Kita mengakui kondisi pekan pertama Januari angin sangat kuat dan cuaca panas mengakibatkan penyebaran api di areal gembut sulit dicegah dan Tim melakukan tindakan proteksi sehingga penyebaran api dapat dikurangi,” imbuhnya.

Tetapi sejak tiga hari terakhir, tambahnya, kondisi wilayah karhutla hujan cukup deras sehingga sejak tanggal 10 sampai 12 Januari 2020 hotspot Nihil di Kota Dumai.

“Walaupun Nihil kondisi areal yang terbakar masih ada sisa asap secara menyebar belum hilang sepenuhnya,” terangnya.

Untuk usulan BPBD Provinsi Riau tentang penetapan status Siaga Darurat, Afrilagan mengaku, akan dipertimbangkan menunggu Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Kota Dumai pada Senin (13/1/ 2020) di Media Center Dumai.

Diakuinya, status Siaga Darurat Bencana adalah suatu keadaan terdapat potensi bencana, yang merupakan peningkatan eskalasi ancaman yang penentuannya didasarkan atas hasil pemantauan yang akurat oleh instansi yang berwenang dan juga mempertimbangkan kondisi nyata/dampak yang terjadi di masyarakat.

Afrilagan menerangkan, penetapan akan dilihat sejauh mana potensi bencana, eskalasi ancaman dan kondisi di lapangan berkaitan karhutla. Jika memang sudah terpenuhi segala persyaratan maka pihaknya akan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla Dumai.

Tentunya, dalam penetapan status siaga darurat bencana Karhutla, tambahnya, harus dengan keputusan Walikota Dumai berdasarkan usulan Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai yang tentunya diawali pertimbangan masukan hasil rapat bersama nantinya.

Dirinya menjelaskan, Sejauh ini Tim Satgas Darat Karhutla Dumai sudah cepat bergerak jika ada informasi hotspot melalui BMKG ataupun laporan masyarakat. Personil yang sudah dikerahkan mencapai 80 orang dan dukungan sapras serta alat berat dari perusahaan.

“Tindakan pencegahan tetap dilakukan dengan himbauan, sosialisasi langsung ke masyarakat terutama wilayah rawan bencana kebakaran baik oleh pihak Kelurahan, Babinsa atau Babinkamtibmas,” pungkasnya.(ckn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed