PHR Tingkatkan Kapasitas Gardu Induk Libo untuk Dukung Produksi Migas di WK Rokan

News18 Views

LIBO, 13 Juli 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meningkatkan kapasitas gardu induk (substation) di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA melalui proyek Libo Substation Upgrade. Penambahan daya sebesar 14 MVA tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Peningkatan kapasitas kelistrikan menjadi kebutuhan seiring bertambahnya aktivitas pengembangan di area Libo Southeast yang saat ini menjadi salah satu fokus pemboran sumur produksi dan sumur injeksi. Ketersediaan pasokan listrik yang andal dibutuhkan untuk mengoperasikan berbagai fasilitas produksi, seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP), agar proses produksi dapat berlangsung optimal.

General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan penguatan infrastruktur kelistrikan merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan operasi migas.

“Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional,” ujarnya.

Proyek tersebut diselesaikan pada Maret 2026 atau dua bulan lebih cepat dari target dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025 yang dijadwalkan selesai pada Mei 2026. PHR mengerjakan proyek itu bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC).

Andre menambahkan, penyelesaian proyek lebih awal menjadi upaya perusahaan dalam menjaga keandalan operasi sekaligus memperkuat fondasi pengembangan industri migas nasional.

Secara teknis, proyek meliputi pemasangan transformator daya berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta pembangunan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui tahapan pengujian dan commissioning sebelum dioperasikan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan infrastruktur kelistrikan menjadi langkah strategis untuk mendukung keandalan operasi dan pencapaian target produksi migas di Zona Rokan.

“Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien demi keandalan produksi,” katanya.

PHR menilai penguatan infrastruktur penunjang, termasuk sistem kelistrikan, merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas. Dengan kapasitas gardu induk yang lebih besar, perusahaan berharap pengembangan lapangan dan operasi produksi di Lapangan Libo dapat berjalan lebih optimal guna mendukung ketahanan energi nasional. (rls)