oleh

Pemuda Akan Bergerak Jika Komisi III dan DLHK Tak Kunjung Sidak PT Ivo Mas

celahkotaNEWS.com || DUMAI – Hasil kesepakatan rapat kerja (raker) Komisi III DPRD Kota Dumai untuk turun ke lokasi pembuangan limbah domestik PT Ivo Mas Tunggal tampaknya hanya wacana belaka. Pasalnya sejak, Selasa (4/2) lalu kesepakatan tersebut disetujui hingga Selasa (11/2) kemarin tidak ada tanda-tanda pihak yang berwenang melakukan pengawasan tersebut untuk turun ke lapangan.

Tentunya, hal tersebut menjadi tanda tanya banyak pihak. Apakah Komisi III dan DLHK serius untuk mengawasi persoalan yang membuat bakau yang berada di bibir pantai Kecamatan Sungai Sembilan itu.

Padahal saat rapat kerja, Komisi III maupun DLHK begitu semangat untuk menindaklanjuti persoalan dugaan pencemaran limbah domestik PT Ivo Mas Tunggal.

Rapat kerja saat itu dipimpin Ketua Komisi III Hasrizal dan juga dihadiri Ketua DPRD Dumai Agus Purwanto, serta angota  Komisi III lainnya seperti Muhammad Al Ichwan Hadi dan Johanes Tetelepta. Sedangkan dari DLHK Kota Dumai hadir langsung Kepala DLHK Kota Dumai Satria Wibowo dan staff lainnya.

Usai rapat Anggota Komisi III DPRD Dumai saat itu, Al Ichwan Hadi mengatakan, dari hasil rapat diketahui informasi terkait adanya  buangan limbah domestik PT Ivo Mas Tunggal ke laut Dumai. 

“Kami dari Komisi III akan segera mungkin menjadwalkan, peninjauan langsung ke lokasi, agar dapat diketahui secara jelas seperti apa kejadiannya,” tuturnya.

Namun kenyataan sepekan kemudian rencana itu tinggal wacana belaka. Tak ayal rencana yang belum terealisasi itu mendapat kritik dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Mereka mempertanyakan keseriusan Komisi III dan DLHK menindaklanjuti dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

Kritik pedas datang dari Ketua KNPI Kota Dumai, Guspian. Ia melihat tidak ada keseriusan Komisi III dan DLHK untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran tersebut. “Padahal masalahnya serius, ada pohon bakau yang mati, kok mau turun, tapi sudah satu pekan tidak jadi-jadi,” tuturnya.

Hal itu tentunya membuat tanda tanya masyarakat, apakah rapat kerja yang dilaksanakan DPRD Kota Dumai dengan DLHK Kota Dumai hanya rutinitas belaka. “Coba nanti dilihat beberapa hari ke depannya, kalau mereka tidak mau bergerak biar kami para pemuda yang bergerak,” sebutnya.

Pria yang akrab disapa, Agus Tera itu mengatakan, jika para pemuda dan mahasiswa sudah turun tangan, pihaknya akan menindak tegas dengan cara demo besar-besaran. “Bisa saja  blokir jalan masuk ke perusahaan, mereka tidak boleh beraktivitas dulu sebelum menyelesaikan permasalahan yang ada,” sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Umum Badko HMI Badan Koordinasi (Badko) Riau-Kepri, Khairul Fahdillah. Mahasiswa yang kenal cukup kritis itu mengatakan, permasalahan lingkungan tidak boleh dianggap remeh temeh. “Ini  masalah serius, harus di tangani serius,” sebutnya.

Anggota DPRD komisi III Johanes Tetelepta saat di konfirmasi terkait kapan komisi III DPRD Kota Dumai dan DLHK Kota Dumai turun ke lapangan mengecek saluran limbah domestik PT Ivo Mas Tunggal tersebut mengaku sedang dinas. Ia menyarankan untuk bertanya kepada anggota komisi III lainnya. “Coba koordinasi ke Sutrisno atau Supri,” jawab di pesan WhatsApp.

Sementara anggota Komisi III lainnya Muhammad Al Ichwan Hadi mengatakan, turun ke PT Ivo Mas Tunggal sedang diagendakan. Namun dirinya belum dapat memastikan kapan agendanya akan turun mengecek langsung ke lapangan tersebut. 

Ketika ditanyakan apa yang menjadi kendala terkait belum turunya ke lapangan. Ia mengatakan belum mengetahui permasalahan mengapa belum turun. “Belum dapat info, nanti saya cari infonya,” sebutnya.

Sementara Kepala DLHK Dumai Satria Wibowo saat di hubungi melalui telpon seluler tidak menjawab. Sebelumnya, Satria Wibowo membenarkan adanya saluran limbah domestik yang langsung di buang ke laut di PT Ivo Mas Tunggal. Hal itu  membuat tanaman yang ada di sekitar seperti bakau ada yang mati.

“DLH mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada pembuangan limbah domestik PT. Ivo Mas Tunggal ke laut, setelah kami cek, benar adanya, karena hasil pantauan kami sementara ada pohon bakau di sekitar pembuangan limbah yang mati” ujar pria yang akrab disapa Bowo itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed