CELAHKOTANEWS.COM||JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy belakangan ini tengah ini menjadi sorotan. Hal itu karena gagasan sekolah sehari penuh yang diwacanakannya beberapa waktu lalu. Namun, menurut sebagian kalangan, gagasan yang menjadi polemik di masyarakat tersebut dinilai sebagai upaya sang menteri pengganti Anies Baswedan itu untuk memperkenalkan diri.
Peneliti pada Renaissance Political Research and Studies (RePoRT), Ibnun Hasan Mahfud, bahkan menilai cara mencari perhatian (Caper), yang digunakan Muhadjir, terbilang unik. “Apalagi jabatannya saat ini sebelumnya diisi oleh sosok yang cukup populer di tengah masyarakat, sehingga perlu cara yang sedikit berbeda agar masyarakat ngeh, bahwa mendikbud hari ini bukan lagi Anies Baswedan, tapi Muhadjir Effendy,” ujar Ibnun melalui siaran persnya, Rabu (10/8/2016).
Menurutnya, cara berkenalan yang sedikit berbeda dilakukan Muhadjir itu cukup sukses. Pasalnya, dalam tiga hari terakhir, semua orang memperbincangkan keberadaannya, termasuk Parpol, Ahok dan Wapres ikut berkomentar soal hal tersebut.
“Saya kira popularitasnya kini nomer dua setelah Sri Mulyani dari orang-orang yang baru masuk dalam kabinet. Tak heran pula jika kemudian isu ini jadi trending topic dan sampai ada petisi yang menolak full day school,” tutur Ibnun.
Ia menambahkan, masyarakat sebelumnya hanya tahu bahwa Muhadjir tak lebih dari sekadar representasi wajah Muhammadiyah di kabinet. Akan tetapi, dengan hadirnya isu full day school, ia pun dikenal publik secara luas, tanpa perlu sibuk memperkenalkan diri.
“Saya ucapkan selamat atas kesuksesannya dalam memperkenalkan diri. Semoga ke depan terobosan yang dilakukannya mampu membuat penasaran banyak pihak sehingga tak perlu sibuk digembar-gemborkan, tapi orang dengan sendirinya mencari tahu karena kebijakannya memang sudah menjadi harapan semua orang,” kata Ibnun.(rp/net)









4 comments