IHSG Menguat ke 8.358, Bursa Efek Indonesia Dibuka Hijau

Bisnis153 Views

CelahkotaNEWS.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ngebut pada pembukaan perdagangan.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, IHSG naik 0,59 persen ke level 8.360.

Indeks saham unggulan seperti LQ45 dan Jakarta Islamic Index (JII) turut menguat hari ini.

Saham MBMA, MEDC, MDKA, NCKL, EMTK, SCMA, serta INCO menduduki jajaran top gainers.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menuturkan sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain berasal dari dalam negeri. IHSG mencatatkan sentimen positif di awal perdagangan pekan ini dengan inflow Rp1,44 triliun di seluruh pasar ekuitas pada perdagangan sebelumnya.

Saham blue chip dan konglomerasi menopang penguatan IHSG. Indeks LQ45 tercatat naik 1,07 persen dan IDX30 menguat 1,42 persen pada 18 Februari 2026.

Di pasar reguler, investor asing melakukan akumulasi saham big banks, yakni BMRI senilai Rp664 miliar dan BBRI sebesar Rp164 miliar, menjelang RUPST dan pengumuman dividen.

Faktor Makro dan Pergerakan Rupiah

Dari sisi makro, Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV 2025 sebesar USD431,7 miliar atau 29,9 persen dari PDB. Angka ini meningkat dibandingkan kuartal III 2025 sebesar USD427,6 miliar atau 29,5 persen dari PDB.

ULN dinilai tetap sehat karena struktur utang jangka panjang masih mendominasi dan dikelola secara prudent.

Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.884 per dolar AS berdasarkan Jisdor, melemah sekitar 0,24 persen. Indeks dolar AS naik 0,22 persen ke posisi 97,13.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik ke 3,466 persen dan tenor 10 tahun ke 4,084 persen, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang masih relatif tinggi. Sebaliknya, yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun turun tipis ke 6,3911 persen.

Credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun naik ke 82,41 basis poin, mengindikasikan peningkatan persepsi risiko meski masih dalam rentang terkendali.

Wall Street dan Bursa Global Menguat

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu, 19 Februari 2026 waktu setempat, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar mencermati risalah rapat terbaru bank sentral AS.

Indeks S&P 500 naik 38,1 poin atau 0,56 persen ke level 6.881, ditopang penguatan saham teknologi termasuk Nvidia.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 129,5 poin atau 0,26 persen ke 49.663 dan Nasdaq Composite melesat 175,3 poin atau 0,78 persen ke 22.754.

Kenaikan ini terjadi meski arah kebijakan suku bunga The Fed masih dibayangi ketidakpastian. Pelaku pasar menimbang sinyal lanjutan terkait inflasi dan waktu pemangkasan suku bunga acuan.

Sentimen positif juga menjalar ke bursa Eropa. Indeks FTSE 100 naik 1,23 persen ke 10.686, DAX menguat 1,12 persen ke 24.278, dan CAC 40 bertambah 0,81 persen ke 8.429.

Dari Asia, indeks Nikkei 225 melonjak 1,02 persen ke 57.144. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite ditutup relatif stagnan.

Minyak dan Emas Kompak Menguat

Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3 persen. Minyak WTI ditutup di USD65,04 per barel, sementara Brent berada di USD70,18 per barel.

Harga emas juga menguat signifikan. Emas Comex naik 2,06 persen ke USD5.000,60, sedangkan emas spot berada di USD4.980,32 per troy ounce.

Di pasar logam, nikel melonjak 3,61 persen dan perak melesat 4,96 persen. Tembaga naik 1,72 persen, sementara bijih besi relatif tidak berubah.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar menunjukkan sentimen risk-on yang masih bertahan, didorong saham teknologi dan penguatan harga komoditas. Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter global dalam beberapa bulan ke depan.