
Jangan Adu Domba Kami
Celahkotanews.com || Dumai – Pihak PT Pelindo I Dumai, PT Indomas Raya Jaya, TKBM, SBKD, bersama Polres Dumai melakukan mediasi terkait persoalan antara pengelolaan dan Serikat Buruh yang berada di dermaga D di Jalan Datuk Laksemana Kota Dumai. Dimana selama ini pihak pelindo sebagai pemberi kerja di minta untuk ikut bertanggung jawab dalam persoalan yang terbentur antara PT yang di menangkan sebagai pengelola dan pihak Buruh SBKD.
Mediasi berlangsung di gedung Citra Waspada Mapolres Dumai, Rabu (3/8) kemarin, Wakapolres Dumai Kompol Ferly menyampaikan kiranya mediasi berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat selalu menjaga kenyamanan pengusaha dan pekerja dikota Dumai kedepanya, sehingga tetap menjaga kota Dumai kondusif dan menghindar jauh dari perselisihan.
Menurut Wakapolres jika persoalan tersebut tidak diselesaikan tentu akan dapat menimbulkan konflik kembali.
“kami mengingatkan dalam pelaksanaan mediasi ini jangan menimbulkan propokator antar kelompok dan juga saling ego sektoral.” Ujar Orang Nomor 2 di Mapolres Dumai itu.
Perwakilan PT .Pelindo I Dumai, Deni Rais memaparkan bahwa pemenang lelang sebagai pengelola dermaga D ditunjuk PT. Indomas Jaya Raya sebagai pengelola sesuai pemenang lelang, dimana wajib membayarkan target senilai Rp.350 juta, setiap bulanya kepada PT. Pelindo I Dumai.
Menurutnya, pihak PT.Indomas Jaya Raya sebagai pengelola dermaga D terkait target pembayaran pada bulan berikutnya tidak mencapai target yang ditentukan.
Persoalan muncul ketika pekerjaan buruh SBKD mulai tidak nyaman dimana sebelumnya pagar di areal tersebut di kunci, sehingga membuat buruh dan pengelola terjadi bersitegang, sehingga guna mengantisipasi konflik hal itu di kawal pihak Mapolres Dumai.
Pihak PT Indo Jaya Raya, Ir M Hasbi mengutarakan di hadapan Mediasi yang hadir, bahwa persoalan merupakan Bisnis secara adminstrasi bersama PT. Pelindo I Dumai.
“karena kami memasukan surat secara resmi , dan kami menilai ini merupakan bisnis kerja, dan kami bekerja tentu Profesional, mengenai persolanan yang terjadi, sebelumnya kami meminta jawaban tertulis dari pihak Pelindo, tanggung jawab pelindo terkait keamanan dan kenyamanan kerja. persoalan ini kami merasa di adu domba antara kami (PT IJR) dan buruh).” Kata Hasbi.
“Selama ini kami menjalin hubungan baik,karena gara-gara persoalan ini kami tidak mau menjadi domba, karena kami ingin menjaga situasi tetap kondusif, sebaiknya pihak Pelindo buat ketegasan, bagai mana Kami sebagai pengelola ini, kalau lanjut katakan lanjut, kalau stop silahkan surati kami untuk berhenti, mana tanggung jawab pelindo untuk situasi keamanan.Pelindo kalau mau pakai kita jangan gunakan adu domba dengan buruh,” tuturnya Hasbi.
Sementara itu, Ketua TKBM Agus Budianto di dampingi Ketua SBKD Saiful Azahar menyampaikan, bahwa Buruh bebas memilih wadahnya, “kami berdiri berdasarkan ketentuan dan aturan yang sudah berlaku, itu merupakan pedoman kami berdiri, yang mperjuangkan hak-hak buruh yang memiliki lahar,” kata Agus.
Dia juga berharap agar jagan ada lagi konflik yang terjadi, dan di minta agar ke kedepan pihak PT Pelindo juga melibatkan stakeholder yang jelas.(Tn/wan)








4 comments