Pasang Keling, Jalan dan Pasar di Kota Dumai Terendam

CelahkotaNEWS121 Views

Pasang air laut atau pasang keling di Kota Dumai sudah memasuki hari kelima, Jumat (23/8). Akibatnya, debit air sungai-sungai di Dumai ikut naik yang berdampak daerah aliran sungai (DAS) dataran rendah menjadi terendam.

Pantauan Riau Pos di lapangan, pasang air laut telah menggenangi sejumlah jalan-jalan protokol di wilayah Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota. Termasuk beberapa fasilitas lainnya yang berada di Kelurahan Bukit Datuk, Kelurahan Ratu Sima, Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ichsan, Kelurahan Rimba Sekampung, Kelurahan Dumai Kota, Kelurahan Laksamana, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kelurahan Purnama, Kelurahan Sukajadi dan Kelurahan Bumi Ayu juga turut terendam.

Bahkan, Jalan Pulau Payung yang menjadi akses ke Pasar Tradisional Bunda Sri Mersing sebagian juga terendam. Termasuk akses jalan masuk dari belakang pasar tradisional Bunda Sri Mersing seperti Jalan Anggur di Kelurahan Rimba Sekampung juga turut terendam.

”Pasar sedang becek. Dan jalan masuknya sedang terendam,” kata Nuraini (40) warga Jalan Langsat yang baru saja selesai berbelanja di pasar tradisional Bunda Sri Mersing.

Di sisi lainnya, akses jalan yang terendam banjir ini, setidaknya telah membuat sejumlah pedagang khususnya yang menggelar barang dagangannya di kaki lima menemukan kesulitan untuk berjualan. ”Lapak pindah, Pak. Soalnya sedang basah terendam banjir,” kata Umi (55), salah seorang pedagang kaki lima Pasar Tradisional Bunda Sri Mersing.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai H Fridarson yang dihubungi Riau Pos, Jumat (23/8) tidak menafikan tentang kondisi pasar tradisional Bunda Sri Mersing terendam akibat pasang keling tersebut. ”Memang kondisi pasar tradisional Bunda Sri Mersing sedikit terendam,” kata Fridarson.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Dumai, lanjut Fridarson, yakni segera melakukan pembersihan terhadap drainase yang ada sekitar pasar tradisional Bunda Sri Mersing. ”Saat ini, pembersihan drainase sedang dilakukan,” kata Fridarson.

Selain itu, Jalan Ahmad Yani atau sebelumnya bernama Jalan Tega Lega dan Jalan Sultan Hasanuddin persisnya yang berada di perempatan simpang empat, kondisinya juga terendam banjir. Sehingga, sejumlah kendaraan yang melintas baik roda dua maupun empat lainnya dilakukan secara ekstra hati-hati.