CelahkotaNEWS.com – KEPOLISIAN Resor Kota Solo menangkap 23 suporter Persis Solo setelah menyalakan flare pada laga Persis Solo melawan Persita di Stadion Manahan, Solo, Ahad malam, 4 Januari 2026. Dalam pertandingan itu, Persis harus mengakui keunggulan Persita dengan skor 1-3.
Kepala Polresta Solo, Komisaris Besar Polisi Catur Cahyono Wibowo, mengatakan para suporter diamankan karena kedapatan membawa dan menyalakan flare serta petasan di tengah pertandingan. Beberapa di antaranya juga diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Penindakan dilakukan karena ada suporter yang membawa dan menyalakan flare, petasan, serta berada dalam kondisi dipengaruhi alkohol,” kata Catur kepada wartawan, Senin, 5 Januari 2026. Dari pemeriksaan, polisi menyita 72 flare merah, enam smoke, lima pipa asap, dan enam petasan. Semua barang bukti ini dilarang dibawa ke stadion karena berpotensi menimbulkan kebakaran dan kepanikan penonton.
Catur menambahkan, pengamanan laga dilakukan ketat karena pertandingan ini dinilai memiliki risiko kerawanan tinggi. Sebanyak 491 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan di berbagai titik, mulai pintu masuk stadion, tribun penonton, hingga jalur kepulangan suporter.
“Sempat terjadi penyalaan flare, namun petugas bergerak cepat mengendalikan situasi sehingga pertandingan tetap berjalan aman sampai selesai,” ujarnya.
Pada pertandingan Persis Solo melawan Persita Tangerang di lanjutan Super League pekan ke-6 musim 2025/2026, suporter sempat melempar flare ke lapangan. Suporter dari tribun timur terlihat memulai aksi, kemudian diikuti suporter tribun utara, barat, dan selatan.
Banyaknya flare membuat wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-84 selama dua menit karena jarak pandang pemain terhalang asap pekat. Pertandingan kemudian dilanjutkan, dan Persis kalah di kandang dengan skor akhir 1-3. Gol Persita dicetak Matheus Alves (menit 5) dan Aleksa Andrejic (menit 14 dan 41), sedangkan gol Persis dicetak Kastaneer pada menit 62.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, enggan berkomentar terkait aksi suporter menyalakan flare di tengah laga.
“Saya enggan berkomentar soal itu (flare suporter) karena bukan pekerjaan saya,” ujar Milo dalam konferensi pers, Minggu malam.
Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai aksi menyalakan flare membahayakan pemain di lapangan.
“(Flare) berbahaya bagi pemain di lapangan. Itu bukan tanggung jawab saya untuk mengontrol,” kata Pena.







