CELAHKOTANEWS.COM || Pekanbaru – Provinsi Riau bisa saja mengubah Visi-Misi yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) jika nantinya ada dinamika berkembang dan memang harus dilakukan perubahan.
Terutama menyangkut kepentingan dan kesejahteraan rakyat. “Kita juga tidak bisa kaku, bisa saja ada dinamika yang berkembang dan mengharuskan (RPJMD) kita ubah,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Minggu (9/8/2015) di Pekanbaru.
Namun sejauh ini, kata Andi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih berada di jalur RPJMD. “Seluruh sektor berada di jalur. Baik perekonomian, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pariwisata,” ujarnya.
Tidak bisa dipungkiri, salah satu dinamika yang akan berkembang adalah dalam persiapan Riau dan Indonesia menghadapi Pasar Bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Namun kita juga sudah melakukan antisipasi dalam program RPJMD. Kualitas tenaga kerja lokal dan aparatur pemerintah harus direformasi jika memang ingin bisa bersaing,” tandas Andi.
Sedikit dipaparkannya, penguatan di dunia pendidikan, Pemprov Riau berangsur menguatkan diri dengan terus melakukan peningkatan dalam penganggaran di APBD setiap tahunnya. “Tahun depan anggaran pendidikan akan berada di atas 20 persen,” pungkasnya.
Meski dalam faktanya, masih banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan uluran tangan pemerintah, baik untuk ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas hingga infrastruktur. Rata-rata itu dialami oleh daerah-daerah pelosok.
Sama halnya dengan bidang kesehatan. Daerah-daerah terpencil masih merasakan sulitnya mendapatkan pelayanan maksimal. Minimnya sarana dan jauhnya akses menjadi masalah utama yang harus digesa oleh pemerintah daerah.
“Begitu juga pariwisata, kita bersama kementerian dan instansi terkait mulai melakukan pembenahan. Destinasi yang berpotensi dikembangkan dengan cara pendekatan yang lebih baik kepada pengunjung dan wisatawan,” ulas Andi.
Riau tengah fokus dalam mencapai Visi-Misi menjadikan Bumi Lancang Kuning sebagai Pusat Budaya Melayu di Asia Tenggara. Provinsi Riau juga baru saja ‘berpesta’ merayakan Hari Jadi ke-58 pada 9 Agustus 2015, hari ini.(ckn)








1 komentar