Berita Terbaru Hukrim

Di Tunjuk Sebagai Tamping,Napi Rutan Dumai Kabur

2017-04-09_23-04-30
Gambar Hanya Ilustrasi/internet

Celahkotanews.com || DUMAI – Seorang Warga Binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Dumai dikabarkan kabur, Jumat (7/4) kemarin. Sarifuddin melarikan diri saat itu tengah menjadi Tahanan Pendamping (Tamping) kebersihan, saat itu ia sedang menyapu bagian depan rutan.

Informasi diterima Dumaipos menyebutkan, Pria 40 tahun kabur sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu ia sedang ditugaskan berbenah di bagian depan rutan bersama satu rekan sesama tamping. Satu petugas juga bersiaga untuk mengawasi keduanya.

“Ketika hendak dibawa ke dalam ternyata hanya ada satu orang tamping. Maka petugas langsung menyisir lokasi di sekitar rutan, ternyata dia sudah melarikan diri,” terang Kepala Rutan Klas IIB Dumai, Edi Mulyadi kepada wartawan, Ahad (9/4).

Dijelaskan Edi, selama menghuni Blok A narapidana itu berkelakuan baik. Bahkan ia sudah menjalani tujuh bulan atau lebih dari setengah masa tahanan.

Pada saat kejadian, kondisi pengunjung sedang ramai, sebab masih waktu bezuk bagi warga binaan. Hal ini diduga dimanfaatkan pria yang sudah diputus Pengadilan Negeri Dumai satu tahun penjara atas perkara 303 KUHP tentang perjudian. Sebab petugas cuma mendapati satu tamping yang sedang menyapu halaman.

Sarifuddin ditunjuk sebagai tamping untuk membantu sejumlah tugas kebersihan. Hal ini juga dilakukan karena Sarifuddin sedang menjalani proses asimilasi. Tapi ternyata pria yang tersangkut kasus Judi Remi ini tetap nekat melarikan diri.

Pasca satu narapidana melarikan diri, pihak rutan langsung mencari keberadaan Sarifudin.  Serta melakukan pemeriksaan internal, khususnya terhadap petugas jaga dan Pelaksana Harian (PLH) saat kejadian.

Apalagi hal ini sudah dilaporkan kepada pihak polres dumai. Bahkan pihak rutan juga berkordinasi dengan Kodim 0320/Dumai dan Imigrasi Dumai, guna membantu upaya pencarian.

Serta mencegah narapidana itu meninggalkan Kota Dumai. “Kita terus berupaya mencari warga binaan ke kawasan dumai dan sekitarnya, agar mempersempit ruang gerak narapidana itu,” tegas Edi.

Pasca kejadian itu, pihak Rutan Dumai memperketat pengamanan dengan mengoptimalkan petugas yang ada. Bahkan aktifitas kunjungan bagi warga binaan tetap dilakukan pada Jumat dan Sabtu kemarin. Sebab kunjungan adalah satu pelayanan publik dari pihak rutan.

Kemudian Edi mengimbau agar Sarifudin bisa menyerahkan diri untuk menjalani sisa masa pidananya. Namun bila dirinya tetap dalam pelarian, hal itu akan mempersulit dirinya sendiri. “Jadi sebaiknya segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Kondisi Rutan Dumai saat ini kelebihan kapasitas. Blok tahanan di rutan itu kini dihuni sekitar 851 warga binaan. Sebagian merupakan narapidana, ada juga yang masih status tahanan. (Tim/ckn/tnc)

Related posts

Dua lembaga Penyelenggara Pemilu,KPU dan Panwaslu Dumai Diminta “NETRAL”

Celahkotanews

Menyusup ke Rongga Roda Garuda, Mario Ditetapkan Jadi Tersangka

Celahkotanews

Kantor Pelayanan Pasar Sumbang PAD Rp 715 Juta Pertahun

Celahkotanews

Leave a Comment