Celahkotanews.com || Dumai – Laut Dumai kerap kali ditumpangi minyak Crude Palm Oil (CPO), bahkan kejadian itu berulang kali. Ternyata kerapnya terjadi tumpahan minyak CPO berpengaruh terhadap tangkapan nelayan di laut. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Dumai – Rupat menilai indikasi limbah yang terkontaminas ke laut merugikan makhluk hidup.
Dimana Hal-hal yang merugikan mahluk hidup terus menerus bertambah, dari polusi udara sampai limbah darat dan limbah lautpun seakan berlomba lomba untuk merusak mahluk hidup yang ada.
“Peristiwa pencemaran lingkungan ini hampir setiap tahun ada, tumpahan cpo dan lain sebagainya yang bermuara kelaut seakan akan estapet dari perusahaan ke perusahaan, namun sampai detik ini sanksi yang di berikan belum pernah ada yang membuat efek jera,” ujarnya.
Ia mengatakan selain itu, tumpahan minyak CPO juga berdampak terhadap tangkapan nelayan dilaut. “Itu kan baru yang diketahui, masih banyak yang tidak diketahui,” tuturnya.
Ia juga meminta agar perwakilan rakyat digedung DPRD segera merespon aspirasi masyarakat nelayan. “kami butuh tuan setelah tuan butuh kami. Gunakanlah amanah rakyat untuk mengurisi rakyat, mana dinas dinas terkait, tuan tuan dan nyonya nyonya di gaji oleh rakyat mengapa hal hal yang merugikan rakyat dan lingkungan hidup sering di abaikan, mana mahasiswa mahasiswi kebanggaan kami, kenapa diam dengan hal hal yang merugikan anak cucu kita kelak, “tambahnya.
Hendrawan menyampaikan agar LSM lingkungan hidup urut aktif mengawasi kejadian lingkungan di negri Lancang Kuning ini. “Negeri ini bertuan mana tuan nya, negeri ini beradat mengapa mereka seolah tak beradat.Investasi demi kebaikan ekonomi suatu negeri memang di sangat di butuhkan namun seharus nya berjalan dengan baik dengan apa yang dipersyaratkan oleh pemerintah pusat dan daerah,”tandasnya.
Ketua HNSI ini mengenaskan apabila DPRD dan dinas terkait selalu mengabaikan pencemaran lingkungan hidup terutama yang merugikan banyak ekosistem dilaut. “Maka bila di pandang perlu nelayan akan menebar jaring ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup yaitu sepanjang Dumai – Rapat Kabupaten Bengkalis. Hal hal yang sangat berbahaya kok selalu di abaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt KLH Dumai Zulkarnain masih bungkam berkali-kali dihubungi melalui telepon 085265580645 tidak menjawab.(ckn/rpg)
Penulis : Bolki
Editor : Ckn









6 comments