CelahkotaNews.com||Dumai- Terkait narapidana Rutan Dumai yang meninggal dunia Muhammad Yusuf (38) alias Unyil yang mengalami gagal jantung dan meninggal dunia, Rabu(18/7) Rutan Dumai angkat bicara, mereka menepis isu yang beredar.
Informasi yang beredar korban menggalami kejang-kejang pada Selasa (17/8) sekira pukul 21.00 WIB, namun korban dibawa ke RSUD Kota Dumai pada Rabu (18/7) sekira pukul 09.00 WIB. Akan tetapi nyawa korban tak tertolong.
“Kami membatah keras, atas informasi yang beredar, dimana pihaknya telah berbuat yang terbaik bagi warga binaan jika terjadi hal-hal yang bersifat darurat,” ujar Kepala Pengawasan Rutan Dumai l, Aldino dikonfirmasi, Rabu (18/7).
Diceritakannya, bahwa awalnya warga binaan yang tersandung kasus narkoba itu mengalami sesak nafas hebat Rabu (18/7) sekira pukul 05.20 dini hari. Menggunakan kursi ruda petugas sipir membawa Yusuf ke Poli Klinik Rutan Dumai.
“Sekitar 10 menit berada di Poli Klinik, Yusuf langsung kita rujuk ke RSUD Dumai,” jelasnya.
Setibanya di RSUD Dumai lanjut Aldino menjelaskan, sekira pukul 06.30 WIB, kondisi korban sedikit membaik. Sembari hal itu petugas yang menjaga korban memberikan informasi kepada keluarga warga binaan itu.
Namun, pada pukul 09.00 WIB kondisi korban kembali menurun, dan korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.17 WIB. “Berdasarkan hasil diagnosa pihak RSUD secara lisan, yang bersangkutan meninggal dunia diakibatkan paru-parunya dipenuhi cairan yang mengakibatkan gagal jantung,” tuturnya.
Ditambahkannya, korban sudah dikembali ke pihak keluarga dan pihak keluarga telah menerima atas kejadian itu.
“Kita menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. Apabila ada pihak keluarga ada yang tidak terima akan hal ini, kita persilahkan menindaklanjutinya,” pungkasnya.
Penulis : Yan
Editor : Joeyibaz








2 komentar