Berita Terbaru Pendidikan

Tega : Anak Penyandang Cacat Tak Di Terima SMPN1 Dan SMPN 14 

images-74
Foto hanya ilustrasi

Celahkotanews.com || Dumai – Dunia pendidikan di Kota Dumai, nampaknya masih jauh dari harapan masyarakat kurang mampu dan penyandang cacat untuk mengenyam bangun sekolah negeri.

Diskriminasi pendidikan tersebut dialami oleh keluarga ketua Penyandang Cacat Kota Dumai, Saiful Bakri anaknya terus  menangis karena ditolak bersekolah di SMPN 1 Dumai Jalan Patimura  dan SMPN 14 Tanjung Palas.

Padahal pihak Kelurahan Dumai Kota telah berjanji membantu, namun tanpa ada realisasi. Spontan saja, dengan tidak adanya realisasi itu dia membuat komentar kepada media di Dumai.

“Ketika dihubungi lurah Dumai Kota tidak mengangkat, ketika di sms tak di balas. Saat ini anak saya tak diterima oleh SMPN 1,” kata Saiful Bakri, kepada wartawan, Rabu (14/9/16).

“Padahal saya berharap bisa sekolah ditempat negeri dengan pertimbangan biaya yang sedikit murah dibandingkan swasta. Saya sangat kecewa, sebab anak penyandang cacat selalu terdiskriminasi,” tambahnya.

Dijelaskanya, ini anak yatim, ibunya sudah tak ada, tetapi untuk bersekolah saja sulit. Dimana lagi dirinya mau mengadu. Sementara di kelurahan saja enggan memberikan pertolongan.

“Padahal saya tinggal di Jalan Teratai, Dumai Kota. Saat ini Nurhayadi anaknya terus menangis karena tidak diterima di dua sekolah negeri yang berada dilingkungannya,” katanya.

“Saya sangat kecewa dan berharap pemerintah menyikapi persoalan saya ini dan memberikan bantuan agar anak saya bisa sekolah,” katanya lagi.

Kepala Dinas Sosial melalui Sekretaris Dameria SKM MSi telah mengirim surat ke kepala Sekolah SMPN 1 Dumai perihal mohon bantuan keringan biaya pendidikan sekolah.

Berdasarkan surat Keterangan Lurah Dumai Kota Nomor 442.5/53/SKT/CDK-DK/KESSOS tertanggal 7 September 2016.

Sementara itu terkait dengan surat yang telah di keluarkan lurah Dumai Kota Agus Gunawan Menjelaskan.

Dari 29 anak yang meminta Bantuan  kepada LPMK Kelurahan Dumai kota 10 di antaranya telah akomidir oleh Dinas pendidikan.

“Anak tersebut sudah kita akomodikarkan dan telah di usulka melalui dinas pendidikan nah terkait dengan anak penyandang cacat tetsebut nilanya tidak mencapai hanya 54,83 nah dengan hasil sedemikan tentunya pihak sekolah SMPN1 tidak Bisa menerima karena nilai terendah 68,00 untuk kategegori jalur tempatan,” Ujar agus

Selain itu juga agus gunawan menambahkan tekait dengan Nurhayadi salah seorang anak penyadang cacat tersebut pihak sekolah tidak bisa menerima karena pihak sekolah menjaga mutu.

“Pihak kelurahan dan LPMK dumai kota telah berupaya untuk memabantunya,”terang agus gunawan 15/09.

“Kendati telah memiliki surat dari Dinsos dan Kelurahan Dumai Kota agar anaknya Nurhayadi bisa bersekolah di SMPN 1 tetap saja ditolak. Sementara beberapa pekan lalu, ada yang masuk anak keluarga mampu langsung di terima di SMPN 1,” tegasnya.(ckn/RH)

Related posts

Diguyur Hujan Deras, Titik Api di Dumai Hilang

Celahkotanews

Mencekam..!! Yang Mati sudah jelas mati, Tapi Mengapa Yang Hidup Pula Malah dibunuh

Celahkotanews

Peningkatan Arus Mudik Nataru Di Pelabuhan Sri Junjungan Dumai Mulai Terlihat

Ckn

Leave a Comment