Berita Terbaru Hukrim

Sindikat Calo Pembuat Paspor TKI Ilegal Diungkap Polres Dumai

CelahkotaNews.com||Dumai- Sempat terselubung, akhirnya sindikat calo pengurusan paspor bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal di Kota Dumai berhasil diungkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Dumai
Keberadaan sindikat ini baru terungkap pada 30 Juli 2018 lalu. Polisi saat itu mengerebek satu lokasi penampungan TKI ilegal yang hendak ke Malaysia tepatnya di Jalan Klakap Tujuh, Kota Dumai. Terdapat 17 Warga Negara Indonesia (WNI) hendak berangkat ke Malaysia secara ilegal beserta 65 buku paspor yang disita.
Selain itu, penyelidikan kepolisian mengarah kepada dua pelaku yang diduga anggota sindikat tersebut. Kedua diduga pelaku yakni JN (35) dan DD (41).
Keduanya diduga terlibat pengurusan paspor para TKI ilegal yang hendak berangkat bekerja ke Malaysia. Para calo tersebut tidak cuma mengurus paspor bagi para TKI ilegal. Mereka juga mengurus perjalanan para TKI dari daerah asalnya hingga menuju Malaysia dengan membayar di kisaran Rp 3 Juta hingga Rp 4 Juta.
Para pelaku mengaku hanya membantu kenalan yang hendak berangkat Malaysia. “Saya bantu karena satu kampung saja. Kalau bayarannya tidak saya patok,” ujar Tersangka DD dalam ekspos di Mapolres Dumai, Jum’at (03/08/2018)

Pihak kepolisianpun mengamankan keduanya karena diduga memberi data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan ke luar negeri. Para calon TKI seharusnya tidak mendapatkan paspor tersebut karena hendak bekerja ke Malaysia secara ilegal.
Kapolres Dumai, AKBP Restika PN menyebut bahwa dua tersangka punya peran berbeda dalam kasus ini. Satu orang diduga berperan menyediakan tempat penampungan TKI ilegal. Satu lagi berperan mengurus paspor untuk keberangkatan para TKI ilegal ke Malaysia.
Mantan Kapolres Siak menegaskan kedua tersangka diduga bagian dari sindikat penampung TKI ilegal dari Kota Dumai. Polisi sedang menelusuri keberadaan jaringan yang terorganisir itu. Restika menyebut masih ada anggota jaringan yang masih dalam buruan polisi.
Satu di antaranya adalah otak dari penampungan TKI ilegal di Kota Dumai. Otak sindikat tersebut tidak cuma menampung para TKI ilegal, tapi membantu pengurusan paspor. Satu pelaku lainnya berada di luar Provinsi Riau.
Ada dugaan menjadi perekrut TKI ilegal yang hendak berangkat ke Malaysia melalui Kota Dumai. Keduanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Polres Dumai.
“Dua orang DPO ini punya peran berbeda, yakni penampung dan perekrut,” tukasnya.
Penulis : Yan

Editor    : Joeyibaz

Related posts

Manfaat Es Batu bagi Kecantikan Wajah

Celahkotanews

KSOP Dumai Tinjau RORO Dumai – Rupat Jelang Nataru

Celahkotanews

Dokumen Pemekaran Kabupaten Roteng Diserahkan ke Kemendagri

Celahkotanews

Leave a Comment