Siaga Karlahut Forkominda Dan Pemko Dumai Rakor

2016-07-18_18.15.26
Rapar Kordinasi Karlahut Di Kota Dumai

 

 

 

 

 

Celahkotanews.com || Dumai –  Isu kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di kota Dumai menjadi perhatian khusus. Bagaimana tidak sejak awal Juli lalu karlahut sudah mulai terbakar. Menurut data yang ada, sekitar 15 hektar lahan sudah terbakar di beberapa daerah.

Kendala utama dari penanggulangan karlahut dikota Dumai terkait sarana dan prasarana yang kurang memadai. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi antar forkompimda Kota Dumai, Senin (18/7)  di Media Center Kota Dumai Jalan Putri Tujuh.

Hadir pada saat rapat tersebut, Wako Dumai, Zulkifli As, Sekdako Dumai, Said Mustafa, Kapolres Dumai, AKBP Donal H Ginting, Dandim 0320/Dumai Letkol Kav Rendra Andrian Siagian, kepala BPBD Dumai, Tengku Izmet dan beberapa kepala SKPD lainnya.

”Kami di polres telah menyiapkan 67 personel yang siap untuk melaksanakan patroli dan monitoring karlahut,” terang kapolres Dumai, AKBP Donald H Ginting dalam rakor tersebut.

Selain itu, pihaknya juga sudah membuat 210 embung dan kanal 306, namun kedepannya tetap dilanjutkan, agar bisa menjadi sumber air ketika terjadi kebaran hutan dan lahan. ”Ada beberapa kedala dalam penanganan karlahut, mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat, kemudian  lahan yang terbakar lahan gambuh, sudah dipadamlan, susahnya sumber air, jarak tempuh karlahut jauh, cuaca panas, dan angin kencang, terumatam mengenai sarana prasana masih kurang,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya memberi saran agar seluruh instansi terkait dapat bersinegeri, dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan, perlu adanya bantuan sarana dan prasarana guna menunjang  kegiatan penanggulangan karlahut. ”Kita berusaha terus agar kebakaran hutan dalam lahan di Dumai tidak meluas,” tambahnya.

Sementara itu, Wako Dumai, Zulkifli AS mengatakan Wako Dumai rapat koordinasi ini sebagai evaluasi untuk bekerjsama lebih baik lagi kedepannya. Tugas paling berat sebenarnya merubah minside dan sikap mental masyarakat agar tidak membakar lahan. ”Bagaimana semua kita mensosialisasi hal ini, saya sudah sampaikan kepada lurah, camat, hingga ke Rt untuk terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan,” terangnya.

Mengenai sarana dan prasarana, pihaknya meminta dinas terkait agar menginventarisir sarana dan prasarana yang ada. ”Nanti tolong Kepala BPBD inventarisir alat-alat yang bisa digunakan untuk penanggulangan karlahut, biar saat dibutuhkan lebih mudah untuk digunakan,” tutupnya.(C2)

Komentar ditutup.