Sempena Sidang Paripurna Istimewa HUT Dumai Ke 19,Dua Pemuda Bentang Spanduk Rapor Merah Zulkifli AS – Eko

CelahkotaNEWS.com || DUMAI-Sidang Paripurna Istimewa HUT Dumai ke 19 kota Dumai pagi itu terlihat berbeda dengan tahun sebelumnya. Sejumlah armada pengamanan dari Kepolisian beserta ratusan personil polisi dari gabungan shabara dan Intel Polres Dumai terlihat stanbay dan berjaga-jaga di setiap sudut gedung DPRD bahkan pintu masuk gedung rakyat tersebut.

Meski dijaga dengan ketat, seakan petugas sudah mengetahui akan ada pergerakan aksi damai pada pagi itu.

Namun akhirnya dua orang pemuda berstatus mahasiswa berhasil menyelinap masuk ke ruangan sidang Paripurna Istimewa HUT Dumai ke 19 yang sedang berlangsung. Selain berhasil membobol pertahanan petugas dua pemuda tersebut membentang kan dua buah spanduk saat Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS menyampaikan sambutan nya di depan para tamu dan peserta sidang.

Meskipun mereka hanya berjumlah dua orang spanduk bertuliskan “Rapor merah Zulkifli AS – Eko”, terbentang dengan gagah nya. Satu buah sepanduk lagi bertuliskan “Tunikan janji politik air bersih, Tuntaskan persoalan banjir, Peduli pedagang kecil, dan Tenaga kerja 100% lokal”, itu merupakan tuntutan aksi mereka.

Sempat mendapat kan perlawanan dari salah seorang pejabat Pemko Dumai dengan merampas spanduk tersebut dan memerintahkan kedua pemuda yang tergolong bernyali juang itu untuk seger keluar meninggal kan ruangan sidang. Sempat terjadi tarik menarik spanduk aksi antara dua pemuda dan pejabat Pemko berbadan tegab itu dan akhirnya aksi itu berhenti.

Aksi damai itu dilakukan untuk kembali mengingat janji politik Zul As yang belum terealiasi sejak tiga tahun menjabat Walikota di Kota Dumai.

Salah satu peserta aksi Faisal menyampaikan, aksi tersebut merupakan bentuk protes kepada pemerintah kota Dumai.

“Sudah tiga tahun Zulkifli AS – Eko menjabat namun persoalan itu tidak kunjung selesai, artinya tiga tahun kepemimpinan mereka belum terlihat perubahan terhadap janji politik nya,” ujarnya.

Tidak hanya saat rapat Paripurna, di halaman depan kantor DPRD juga dilakukan aksi.

Ditengah aksi damai itu berlangsung, Walikota Dumai Zulkifli As terus menyampaikan pidatonya di hadapan tamu dan pimpinan DPRD dan anggota dewan lainnya.

Dikesempatan itu, Wako mengatakan hari jadi kota Dumai adalah sebuah peristiwa historis yang menjadi catatan istimewa bagi seluruh masyarakat Dumai.

“Peta investasi dengan pola penanaman modal asing dan modal dalam negeri, telah mengalami perubahan dengan tampilnya Dumai sebagai kompetitor baru,”tutupnya.

Informasi yang kami dapatkan aksi protes damai ini akan terus berlanjut dengan waktu dan lokasi berbeda selama perhelatan peringatan Hut kota Dumai ke 19 tahun berlangsung. Para peserta aksi ini menyebut mereka adalah GEMPA.(red)

Editor :Joeyibas
Fhoto : Istimewa /Toy Jepreter

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar